Produksi tomat nasional pada 2024 mencapai 1,15 juta ton (BPS), namun daya simpan yang hanya 3–7 hari pascapanen kerap menimbulkan kerugian besar bagi petani.
Dari keresahan ini, tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadirkan inovasi untuk memperpanjang umur simpan tomat hingga 20 hari lebih.
Inovasi tersebut berupa edible coating berbahan dasar pati singkong dengan tambahan ekstrak daun singkil. Lapisan tipis transparan ini bekerja sebagai penghalang mikroba sekaligus memperlambat respirasi tomat, sehingga buah tetap segar lebih lama.
“Kalau biasanya tomat hanya bertahan 3 sampai 6 hari, kami ingin membuatnya bisa segar hingga 20 hari lebih,” ujar Muti’ah Alawiyah, mahasiswa Teknologi Pangan UMM yang akrab disapa Tia, ketua tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE), (25/9/2025).
Dalam penelitiannya, Tia bersama empat rekannya memanfaatkan bahan lokal yang melimpah dan murah. Pati singkong diekstraksi, kemudian dicampur dengan sodium alginat, gliserol, kalsium klorida, dan ekstrak daun singkil. Senyawa flavonoid, saponin, dan tanin dalam daun singkil memberi sifat antibakteri sehingga menekan pertumbuhan bakteri perusak.
Hasil uji sementara menunjukkan tomat yang dilapisi edible coating ini mampu bertahan segar hingga hari ke-10, jauh lebih lama dibanding tomat tanpa pelapisan. Penelitian ini masih berjalan dan kini telah mencapai 80% progres, dengan bimbingan dosen pendamping Hanif Alamudin Manshur, S.Gz., M.Si.
Keunggulan lapisan pelindung ini tidak hanya pada efektivitasnya, tetapi juga karena ramah lingkungan, biodegradable, dan aman dikonsumsi. “Kalau selama ini masyarakat bergantung pada plastik atau bahan kimia impor, edible coating ini justru memanfaatkan potensi lokal yang murah dan efektif,” terang Tia.
Ia berharap riset ini dapat berkontribusi nyata dalam mengurangi kerugian petani sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments