Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rozaq Akbar Tekankan Kekuatan Tauhid saat Tarawih di Grabagan Tulangan

Iklan Landscape Smamda
Rozaq Akbar Tekankan Kekuatan Tauhid saat Tarawih di Grabagan Tulangan
pwmu.co -

Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Al Mahdi PERUMTAS 3 Grabagan, Tulangan, saat PRM Grabagan bersama Takmir masjid menggelar Sholat Isya dan Tarawih berjamaah, Kamis (19/02/2026).

Rangkaian ibadah malam itu semakin bermakna dengan hadirnya kuliah tujuh menit (kultum) yang menyentuh persoalan mental dan spiritual umat di era modern.

Pada kesempatan tersebut, Rozaq Akbar didapuk sebagai imam sekaligus penceramah. Ia mengangkat tema “Dari Afirmasi Diri ke Tauhid Diri: Membangun Mental Kuat Tanpa Menyembah Ego,” sebuah topik yang dinilai relevan dengan fenomena motivasi instan yang marak berkembang di tengah masyarakat.

Sejak awal pelaksanaan Sholat Isya hingga Tarawih, jamaah tampak memadati saf dengan penuh kekhusyukan. Antusiasme tersebut menunjukkan semangat masyarakat dalam menyambut malam Ramadan dengan ibadah dan penguatan keimanan.

Mengkritisi Fenomena Afirmasi Diri

Mengawali kultumnya, Rozaq Akbar menyampaikan rasa syukur karena dapat hadir di tengah jamaah. “Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah karena masih diberi kesempatan untuk berkumpul, beribadah, dan saling menguatkan iman di rumah Allah ini,” ujarnya.

Ia kemudian menyoroti fenomena afirmasi diri yang banyak digaungkan dalam motivasi modern. Banyak orang, katanya, diajarkan untuk mengucapkan kalimat seperti, “I am successful, I am confident, I am powerful, I am strong, I am getting better and better every day.”

Menurutnya, kalimat-kalimat tersebut diulang layaknya wirid agar membangun rasa percaya diri dan kesuksesan. Namun Islam justru mengajarkan fondasi motivasi yang berbeda.

“La haula wa la quwwata illa بالله — tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah. Inilah fondasi mental seorang mukmin. Bukan ‘aku kuat karena aku’, tetapi kuat karena Allah,” tegasnya.

Meluruskan Konsep Diri Berbasis Tauhid

Rozaq menjelaskan bahwa kesalahan banyak manusia modern terletak pada cara membangun konsep diri. Pesan-pesan seperti ‘aku kuat karena aku’, ‘aku hebat karena aku’, hingga ‘aku tidak butuh siapa pun’ kerap dijadikan pegangan hidup.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Sekilas pesan tersebut tampak membangun kepercayaan diri. Namun saat kegagalan datang, mental menjadi rapuh karena tidak memiliki sandaran yang kokoh.

“Mengapa demikian? Karena konsep diri itu dibangun di atas ego, bukan tauhid. Ketika ego yang dijadikan sandaran, maka kegagalan akan terasa menghancurkan. Tetapi jika tauhid menjadi fondasi, seseorang akan tetap tegar karena bersandar kepada kekuatan Allah,” jelasnya.

Mental Kuat Tanpa Menyembah Ego

Dalam penutup kultumnya, Rozaq mengajak jamaah untuk menggeser pola pikir dari sekadar afirmasi diri menuju tauhid diri. Mental yang kuat, menurutnya, bukanlah mental yang menuhankan diri sendiri, melainkan kesadaran akan keterbatasan dan ketergantungan penuh kepada Allah SWT.

Ia pun membacakan doa Nabi ﷺ:

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ

“Bukan generasi yang merasa hebat, tetapi generasi yang tahu kepada siapa ia bergantung. Orang yang bertauhid itu justru paling kuat mentalnya. Ketika gagal, dia tahu ada Allah yang mengatur. Ketika berhasil, dia tidak sombong karena sadar semua dari Allah,” pungkasnya.

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu