
PWMU.CO – Kematian adalah keniscayaan yang akan dialami oleh setiap insan. Di tengah tuntutan pelayanan kesehatan modern, RS Muhammadiyah Lamongan (RSML) mengambil langkah lebih jauh dengan menghadirkan Layanan Husnul Khotimah, sebagai bentuk kepedulian spiritual bagi pasien yang sedang berada di ambang akhir kehidupan.
Berangkat dari nilai-nilai Islam yang menjadi dasar berdirinya rumah sakit, Layanan Husnul Khotimah dirancang untuk mendampingi pasien secara ruhani dalam menghadapi sakaratul maut. Tidak hanya bertujuan memberikan kenyamanan spiritual, layanan ini juga menjadi bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar di bidang kesehatan.
“Kami tidak ingin hanya menyembuhkan fisik, tetapi juga menenangkan jiwa,” ujar Muhammad Farid Abdullah Lc, Kabag Binroh & AIK “Layanan ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai institusi kesehatan Islami dalam memastikan akhir kehidupan pasien berada dalam kondisi terbaik — husnul khotimah.”
Layanan yang Holistik dan Terstruktur
Pasien yang telah menunjukkan tanda-tanda sakaratul maut dan masih bisa mendengar atau merespons lingkungan sekitar akan didampingi secara spiritual. Talqin, doa bersama, bacaan al-Quran, zikir, hingga pendampingan emosional kepada keluarga menjadi bagian tak terpisahkan dari layanan ini. Bahkan, dalam kondisi pasien yang akan diintubasi atau disedasi, talqin diupayakan dilakukan terlebih dahulu.
Selain itu, layanan juga mencakup pengurusan jenazah secara syar’i, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan, dengan alur layanan yang sistematis: mulai dari informed consent, implementasi, kamar jenazah, transportasi, hingga ke masjid.

Sinergi Antarunit dan Regulasi Khusus
Layanan Husnul Khotimah melibatkan berbagai unit terkait, mulai dari Bina Rohani, Rajal-Ranap, Unit Ambulans, hingga Takmir Masjid Asy-Syifa. Seluruh proses dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan regulasi yang telah disusun: SOPTalqin, SOP Memandikan, SOP Mengkafani, dan SPO Menshalatkan.
Keberadaan layanan ini memperkuat peran RSML sebagai rumah sakit dakwah, serta membedakan diri dari rumah sakit lain melalui pendekatan holistik islami yang menyentuh sisi emosional, spiritual, dan sosial pasien.
Layanan Husnul Khotimah tidak hanya memberikan ketenangan jiwa bagi pasien dan keluarga, tetapi juga meningkatkan reputasi RSML sebagai pelopor layanan akhir hayat Islami. Pasien dan keluarga merasa lebih dihargai dan didampingi secara utuh dalam masa-masa sulit.

“Kami berharap layanan ini bisa menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain dalam menerapkan nilai-nilai Islam secara nyata di dunia kesehatan,” ujar Rahmad Ardyanzah Pua Geno SKM MKes. Wakil Direktur Administrasi, SDI, dan AIK.
Dengan hadirnya layanan ini, RS Muhammadiyah Lamongan terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang tidak hanya menyembuhkan tubuh, tetapi juga merawat jiwa, hingga akhir hayat.
Penulis Desi Ratna Sari Editor ‘Aalimah Qurrata A’yun





0 Tanggapan
Empty Comments