Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

RSI Siti Aisyah Madiun Berangkatkan Tim Medis Darurat ke Lokasi Banjir Aceh Tamiang

Iklan Landscape Smamda
RSI Siti Aisyah Madiun Berangkatkan Tim Medis Darurat ke Lokasi Banjir Aceh Tamiang
Lima orang tim medis RSI Aisyah Madiun yang berangkat ke Aceh Tamiang. Foto: Istimewa
pwmu.co -

Merespons bencana banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang, Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Aisyah Madiun menunjukkan komitmen nyata dalam aksi kemanusiaan. Pada

Kamis (22/1/2026), RSI Siti Aisyah secara resmi memberangkatkan tim medis darurat untuk membantu para korban terdampak banjir di wilayah tersebut.

Pemberangkatan tim ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur serta Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Langkah ini sekaligus menegaskan peran strategis Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesehatan dalam merespons bencana secara cepat dan terkoordinasi.

Prosesi pelepasan tim medis berlangsung di halaman RSI Siti Aisyah Madiun. Acara tersebut dihadiri jajaran Direksi RSI Siti Aisyah, unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun, serta keluarga besar rumah sakit.

Tim medis dijadwalkan mulai bertugas di lokasi bencana selama kurang lebih 11 hari, terhitung sejak 24 Januari hingga 3 Februari 2026, bergabung dengan jejaring relawan Muhammadiyah yang telah lebih dahulu berada di Aceh Tamiang.

Direktur RSI Siti Aisyah Madiun, dr. Donna Dwi Yudhawati, MMR, FISQua menyampaikan bahwa pengiriman tenaga medis ini merupakan bagian dari nilai dasar RSI sebagai rumah sakit Muhammadiyah yang menjunjung tinggi prinsip Islam berkemajuan dan kepedulian kemanusiaan.

“Pengiriman tim medis ini adalah bentuk komitmen RSI Siti Aisyah dalam peduli bencana. Ini bukan sekadar tugas profesi, tetapi panggilan kemanusiaan yang sejalan dengan gerakan Muhammadiyah,” ungkapnya.

Ia berharap kehadiran tim medis RSI Siti Aisyah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak, khususnya dalam mengantisipasi berbagai persoalan kesehatan pascabanjir.

Adapun lima personel yang tergabung dalam tim medis darurat RSI Siti Aisyah Madiun terdiri dari tenaga kesehatan dan logistik yang berpengalaman, yakni dr. Muhammad Dicky Hafisalevi (dokter sekaligus ketua tim medis), Ristiono Wahyuntoro, S.Kep, Ns (perawat), Auliya Arifuddin Sholeh, S.Kep., Ns (perawat), Satriyo Agung, S.Kep, Ns (perawat), dan Usman Thomas (logistik farmasi).

Kelima personel ini telah dipersiapkan dengan baik, baik secara fisik, mental, maupun teknis, untuk menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Selama bertugas di Aceh Tamiang, tim akan berfokus pada pelayanan kesehatan dasar bagi warga terdampak banjir.

Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan umum, penanganan keluhan penyakit pascabanjir, serta pengelolaan logistik farmasi guna memastikan ketersediaan obat-obatan di posko kesehatan Muhammadiyah.

Selain itu, tim juga akan melaksanakan kegiatan sunatan massal sebagai bagian dari layanan sosial dan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat setempat.

Di tempat yang sama, Ketua PDM Kota Madiun Sutomo, ST menyampaikan pesan dukungan dan doa bagi tim medis yang akan bertugas.

“Keberangkatan tim ini adalah panggilan kemanusiaan. Kami berharap tim dapat memberikan pelayanan terbaik dan membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh Tamiang,” ujarnya.

Kehadiran relawan medis dari Jawa Timur ini diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan di lokasi bencana, mengingat tingginya potensi penyakit pascabanjir seperti infeksi saluran pernapasan, penyakit kulit, hingga gangguan pencernaan.

Untuk menunjang operasional selama masa tugas, tim dibekali dengan peralatan medis standar serta logistik yang memadai. Seluruh kegiatan tim juga akan berada dalam koordinasi MDMC dan jejaring Muhammadiyah setempat agar penanganan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Langkah RSI Siti Aisyah Madiun ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui dakwah dan pendidikan, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan di saat umat dan bangsa membutuhkan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu