Penguatan sinergi antara unsur kepolisian dan institusi layanan kesehatan kembali ditegaskan di Kota Madiun. RSI Siti Aisyah Madiun mengambil langkah strategis dalam mendukung percepatan penanganan korban kecelakaan lalu lintas sekaligus meningkatkan mutu layanan kesehatan yang terintegrasi.
Langkah ini selaras dengan pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang tengah berlangsung, dengan fokus pada upaya menekan angka fatalitas akibat kecelakaan di jalan raya.
Direktur RSI Siti Aisyah Madiun, dr. Donna Dwi Yudhawati, MMR, FISQua, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar kerja sama administratif, melainkan bentuk tanggung jawab kemanusiaan.
“Penanganan korban kecelakaan harus cepat, tepat, dan terkoordinasi. Setiap detik sangat menentukan keselamatan pasien. Karena itu, sinergi antara kepolisian dan rumah sakit menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar,” tegas Donna, Kamis(5/2/2026)
Menurutnya, kecepatan respons sejak di lokasi kejadian hingga proses penanganan medis di rumah sakit menjadi faktor krusial dalam menekan risiko kecacatan maupun kematian.
Kerja sama ini memperkuat pola layanan kesehatan terpadu, sebagaimana yang sebelumnya telah dijalin dalam bentuk pemeriksaan kesehatan rutin dan layanan medis bagi personel kepolisian serta masyarakat umum.
Donna menjelaskan, RSI Siti Aisyah Madiun berkomitmen memberikan pelayanan profesional dan humanis kepada seluruh pasien.
“Kami memastikan seluruh korban kecelakaan mendapatkan pelayanan sesuai standar medis dan keselamatan pasien. Prinsip kami sederhana: pasien datang harus segera tertangani tanpa hambatan,” ujarnya.
Sebagai rumah sakit tipe C milik Muhammadiyah, RSI Siti Aisyah Madiun terus memperluas jangkauan pelayanannya hingga wilayah sekitar, termasuk menjalin silaturahmi dan koordinasi dengan berbagai instansi di Magetan dan daerah penyangga lainnya.
Salah satu poin penting dalam sinergi ini adalah integrasi data dan percepatan proses administrasi klaim santunan korban kecelakaan melalui instansi terkait seperti Jasa Raharja.
Menurut Donna, koordinasi yang baik antara kepolisian dan rumah sakit akan mempermudah keluarga korban dalam mengurus hak santunan.
“Kami ingin keluarga korban fokus pada proses penyembuhan. Urusan administrasi harus dipermudah melalui sistem yang terintegrasi dan transparan,” jelasnya.
Integrasi data ini juga mendukung akurasi pelaporan dan memperkuat tata kelola layanan yang lebih efektif dan akuntabel.
Sebagai bagian dari Amal Usaha Muhammadiyah, RSI Siti Aisyah Madiun terus melakukan peningkatan mutu layanan, baik dari sisi sumber daya manusia, sistem manajemen, maupun sarana prasarana penunjang kegawatdaruratan.
Donna juga mengatakan, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci membangun sistem layanan kesehatan yang responsif.
“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Rumah sakit hadir sebagai garda akhir penyelamatan, dan kami siap menjalankan peran itu dengan profesional dan penuh empati,” pungkasnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments