Rumah Sakit Umum (RSU) Assakinah Medika Sukodono AUMKES PCM Sepanjang Sidoarjo, melakukan edukasi tentang stunting, cara pencegahan stunting hingga manajemen laktasi untuk calon ibu mengasihi.
Acara yang dikemas dalam seminar kehamilan itu disampaikan dr. Nur Alfiani spesialis anak, di Aula lantai 5 RSU Assakinah Medika Sukodono, Ahad (2/11/2025). RSU Assakinah Medika juga menggelar pemeriksaan kesehatan bagi calon ibu hamil, dan pemeriksaan detak jantung janin.
Tak hanya itu, puluhan ibu hamil juga mendapatkan edukasi tentang persalinan tepat, aman, dan nyaman yang disampaikan dokter spesialis kandungan dr. Dwi Krisna Imawan.
Menurut Dokter Spesialis Kandungan, dr. Dwi Krisna Imawan, acara yang dilakukan oleh RSU Assakinah Medika Sukodono ini dinilai sangat inovatif dan keren.
Pasalnya, pencegahan stunting ini menjadi program nasional. Sehingga rumah sakit milik Persyarikatan Muhammadiyah ini juga berupaya menurunkan angka stunting di Indonesia.
“Alhamdulillah, terakhir 2025 diangka 19,8 persen yang pada awalnya sekitar 27 persen angka stunting. Salah satu cara yang kita lakukan adalah, RSU Assakinah Medika Sukodono menggelar talkshow dan penyuluhan kepada calon ibu yang akan melahirkan ini,” katanya kepada PWMU.CO.
Pencegahan Stunting
Dwi Krisna Imawan menjelaskan, pencegahan stunting melibatkan beberapa multi disiplin dan kerjasama dengan beberapa dokter spesialis, termasuk di RSU Assakinah Medika Sukodono melibatkan dokter spesialis kandungan, dokter spesialis anak, dan dokter spesialis lainnya.
“Jadi pencegahan stunting itu tidak hanya dilakukan saat bayi lahir. Tapi bagaimana sebelum proses kehamilan itu terjadi, selama dalam kandungan, dan tentunya setelah proses persalinan,” ujarnya.
Lebih lanjut dr. Dwi Krisna Imawan mengatakan, pencegahan stunting juga bisa dilakukan dengan cara sebelum hamil, ibu hamil atau calon ibu hamil diwajibkan mengonsumsi nutrisi yang sehat dan seimbang. Salah satunya mengonsumsi zat besi, asam folat, dan juga protein yang cukup untuk persiapan kehamilan.
“Saat ibu hamil, harus rutin melakukan pemeriksaan kandungannya ke fasilitas kesehatan. Minimal, dalam Menkes dan WHO menyebutkan 6 kali kunjungan selama hamil,” tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa dua kali di trimester pertama, satu kali di trimester kedua, dan tiga kali di trimester ketiga. Tentunya entunya didukung dengan pola hidup sehat. Makanan dan nutrisi harus tepat, olahraga rutin, menghindari asap rokok, dan hewan peliharaan yang bisa membahayakan dan membawa infeksi pada kehamilannya.
Sementara itu, salah satu ibu hamil Intan Kusumawardani mengaku, prenatal pilates class dan seminar kehamilan sangat penting. Pasalnya, bisa mendapatkan wawasan yang luas tentang pra kehamilan, kehamilan serta usai melahirkan.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Awalnya ingin memengetahui pilihan persalinan yang aman, lancar dan ingin tahu caranya mengasihi itu seperti apa. Alhamdulillah, saya mendapatkan banyak ilmu. Semoga persalinan saya nanti berjalan lancar,” katanya.
Menurut rencana, Intan akan melahirkan dengan metode operasi caesar eracs. Ia memilih metode itu karena masa pemulihannya lebih cepat dibanding operasi caesar biasa. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments