Suasana ruang kelas 2 Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 2 Tulangan (SD Muda Tusida) pada Kamis (29/1/2026) mendadak berubah menjadi laboratorium seni yang penuh konsentrasi.
Puluhan siswa tampak antusias mengikuti kegiatan kokurikuler yang tergolong unik dan modern untuk tingkat sekolah dasar, yaitu pembuatan gantungan kunci berbahan resin dengan hiasan bunga-bunga kecil.
Kegiatan ini bukan sekadar mengisi jam pelajaran, melainkan sebuah terobosan untuk memperkenalkan teknik kriya modern kepada para siswa sejak dini.
Jika biasanya anak-anak hanya menggunakan kertas atau krayon, kali ini mereka ditantang bekerja dengan bahan kimia ringan yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Koordinator kegiatan sekaligus pendamping kelas, Silvi Setiawati menjelaskan bahwa pemilihan bahan resin dan bunga kering ini memiliki nilai edukasi yang kompleks.
Menurutnya, anak-anak diajak untuk melatih banyak aspek sekaligus, mulai dari estetika hingga sains sederhana.
“Kami ingin memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan out of the box. Pemilihan media resin dan bunga-bunga kecil ini bertujuan untuk melatih motorik halus siswa melalui koordinasi tangan saat menata bunga yang sangat mungil. Selain itu, ada unsur sainsnya, anak-anak belajar bagaimana cairan bening yang dicampur katalis bisa berubah menjadi padat dan keras. Ini melatih kesabaran mereka karena proses pengerasan tidak terjadi seketika,” ujar Silvi Setiawati di sela-sela kegiatannya mendampingi siswa.
Proses pembuatan dimulai dengan para siswa memilih kombinasi bunga-bunga kecil yang akan dijadikan hiasan. Mereka menata bunga tersebut di dalam cetakan silikon dengan hati-hati.
Setelah tata letak dirasa pas, barulah cairan resin yang telah dicampur katalis dituangkan secara perlahan untuk menghindari timbulnya gelembung udara.
Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka menyaksikan proses transformasi bahan tersebut. Banyak dari mereka yang berdecak kagum melihat bunga-bunga cantik mereka “terabadikan” di dalam bongkahan resin yang bening seperti kaca.
Selain aspek kreativitas, kegiatan ini juga menekankan pentingnya prosedur keamanan dan kebersihan. Siswa diajarkan untuk menggunakan sarung tangan pelindung dan merapikan sisa-sisa bahan setelah praktik berakhir.
Hal ini sejalan dengan karakter Sekolah Kreatif yang ingin membentuk siswa yang mandiri, tertib, dan memiliki apresiasi tinggi terhadap karya seni.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, SD Muda Tusida kembali membuktikan bahwa inovasi dalam pembelajaran bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan.
Hasil karya para siswa ini nantinya tidak hanya menjadi penghias tas sekolah mereka, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa imajinasi anak-anak kelas 2 mampu menghasilkan karya yang estetik dan bernilai tinggi.(*)





0 Tanggapan
Empty Comments