Di tengah keseriusan tim manajemen sekolah di bawah naungan Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Surabaya yang tengah mengikuti pelatihan, Ketua PCM Wonokromo, Ir. H. Lukman Rahim, justru mencairkan suasana dengan menyiapkan rujak manis jambu kristal.
Momen sederhana namun berkesan tersebut berlangsung pada Sabtu (31/1/2026). Selama dua hari, seluruh tim manajemen lembaga pendidikan di bawah naungan Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo mengikuti Pelatihan Tata Kelola Amal Usaha Muhammadiyah yang dilaksanakan di Villa Maison, Pasuruan, Jawa Timur.
Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Hardi Ansyah, M.Ps.I., Psikolog, serta Dr. Akhtim Wahyuni, M.Ag., dari Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.
Sebanyak 42 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka merupakan tim manajemen inti yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan kepala urusan dari lima sekolah Muhammadiyah di bawah naungan PCM Wonokromo, yaitu SD Muhammadiyah 6, SD Muhammadiyah 7, SD Muhammadiyah 24, SMP Muhammadiyah 4, dan SMA Muhammadiyah 3 Surabaya.
Pelatihan yang mengusung tema “Penguatan Tata Kelola Lembaga dalam Mewujudkan Sekolah Unggul dan Berkemajuan” ini dihadiri oleh Ir. H. Lukman Rahim, beserta jajaran, serta Ketua dan Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo, Anang Saifudin Junaidi, S.E., S.H., M.S.A., dan Luluk Humaidah, S.Ag., M.Pd., beserta jajaran.
Anang Saifudin Junaidi menjelaskan bahwa agenda ini awalnya dirancang sebagai Rapat Kerja (Raker). Namun, melihat kebutuhan sekolah yang dinilai mendesak, format kegiatan diubah menjadi pelatihan intensif.
“Materi pelatihan ini didesain seperti Diklat Khusus Kepala Sekolah (Diksuspala). Bedanya, pelaksanaan kali ini diringkas menjadi dua hari setelah materi Diksuspala dipadatkan,” ujarnya dalam sambutan.
Ia berharap, efisiensi pelatihan tersebut dapat menjadi pemantik besar bagi pengembangan sekolah-sekolah Muhammadiyah di wilayah Wonokromo, Surabaya.
Sementara itu, Lukman Rahim menyampaikan apresiasi atas perkembangan positif beberapa sekolah.
“Alhamdulillah, tahun ini ada yang ‘pecah telur’. SMP Muhammadiyah 4 sudah hampir memenuhi dua kelas, dan SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya hampir terpenuhi empat kelas,” ungkapnya.
Usai pembukaan, pelatihan langsung dilanjutkan dengan penyampaian materi Kepemimpinan Pendidikan Muhammadiyah oleh Dr. Hardiansyah.
Saat peserta terlihat sangat antusias mengikuti materi dan diskusi kelompok, Lukman Rahim tampak berdiri tak jauh dari peserta. Diam-diam, ia mengambil pisau dan mulai mengupas serta mengiris tipis buah jambu kristal yang ada di hadapannya.
“Sekadar untuk teman diskusi, di meja ada rujak. Silakan diambil,” ucapnya sambil menuangkan bumbu rujak manis ke piring.
Tanpa basa-basi, perwakilan kelompok pun mengambil rujak tersebut untuk dinikmati bersama, sembari melanjutkan diskusi kelompok dalam suasana yang semakin akrab dan hangat. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments