Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Rumusan Islam Berkemajuan Terungkap di Halal Bihalal Muhammadiyah Banyuwangi

Iklan Landscape Smamda
Rumusan Islam Berkemajuan Terungkap di Halal Bihalal Muhammadiyah Banyuwangi
pwmu.co -
Prof Nazaruddin Malik saat ceramah di halal bihalal warga Muhammadiyah Banyuwangi di masjid At-Taqwa PCM Pakis Duren (Taufiqur Rohman/PWMU.CO)

PWMU.CO – Rumusan Islam berkemajuan terungkap di halal bihalal warga Muhammadiyah Banyuwangi, Ahad (27/4/2025).

Hal itu diungkapkan oleh Prof Nazarudin Malik saat memberikan ceramah halal bihalal warga Muhammadiyah Banyuwangi di Masjid At-Taqwa, Pusat Dakwah Muhammadiyah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakis Duren. Acara ini diikuti oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyuwangi, PD Aisyiyah, PCM, PRM, dan ortom.

Di awal ceramahnya, Prof Nazarudin Malik yang juga Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu mengajak semua peserta halal bihalal untuk memperbarui niat dalam berkiprah di persyarikatan.

“Selalu akan berupaya memberikan kontribusi dan dedikasi, tanpa pamrih,” ujarnya.

Selanjutnya, ia mengajak warga persyarikatan, khususnya para pimpinan yang hadir, untuk menggerakkan ruh Islam berkemajuan dalam praksis kehidupan. Hal ini untuk mengoordinasikan dan menyambungkan, tidak boleh membuatnya bengkok, apalagi sampai offside.

Muhammadiyah dalam Islam berkemajuan adalah upaya untuk meningkatkan kualitas diri dan masyarakat, baik itu secara kelompok maupun institusi, agar terus-menerus memperbaiki diri sehingga menghasilkan kesejahteraan. Dengan begitu, baru dapat dikatakan sebagai khaira ummah, umat yang memberikan uswah hasanah atau teladan yang baik bagi seluruh bangsa agar menjadi maju.

Harapannya, seluruh pimpinan Muhammadiyah bisa mendorong gerakan dakwah Muhammadiyah tersebut.

Prof Nazarudin Malik merangkum rumusan Islam berkemajuan menjadi tiga pilar utama, antara lain:

  1. Meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan.
    Artinya, secara terus-menerus berupaya untuk meningkatkan pemahaman keagamaan. Oleh karena itu, pengajian di Muhammadiyah menjadi penting.
  2. Menjunjung tinggi dan mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk juga ilmu sosial.
    “Maka jadi guru itu tidak boleh sambat. Bahkan harus membuat gerakan cinta ilmu pengetahuan,” tandasnya.
  3. Memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi.
    Dengan melakukan kedua poin di atas, akan menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.

Ceramah yang berlangsung lebih dari satu jam itu berjalan dengan tertib dan lancar. Setelah itu, Prof Nazarudin yang juga Wakil Ketua PWM Jawa Timur, mengunjungi Surya Mart yang berada di PCM Siliragung serta Surya Mart dan SM Corner di PCM Genteng.

Penulis Taufiqur Rohman Editor Zahra Putri Pratiwig

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu