Komunitas lari Runner Muhammadiyah (RunnerMu) berkolaborasi dengan Wolf Running Club (WRC) menggelar kegiatan Sunset Run pada Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan latihan lari bersama ini dilaksanakan di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS), tepatnya di Ombak Selatan Coffee, Desa Tirtohargo, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul.
Sekretaris II RunnerMu Afif Bimantara, mengatakan Sunset Run merupakan kegiatan non kompetitif yang terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Kegiatan ini bertujuan mempererat silaturahmi antar pelari sekaligus menjadi agenda latihan rutin komunitas.
“Sunset Run ini murni latihan bersama. Tidak ada unsur lomba atau komersial, fokusnya kebersamaan dan silaturahmi antar pelari,” ujar Afif, pada Senin (26/1/2026).
Ombak Selatan Coffee dipilih sebagai mitra lokasi karena berada di jalur JLS yang dekat dengan kawasan pantai Baros dan Depok, serta kerap menjadi jalur favorit olahraga lari dan bersepeda.
Lokasi tersebut menjadi titik start dan finish, sekaligus tempat berkumpul peserta sebelum kegiatan dimulai.
Kegiatan lari dimulai pukul 16.00 WIB dengan konsep sunset run dan berakhir sebelum waktu Maghrib.
Rute yang dilalui mencakup desa-desa di sekitar Kecamatan Kretek serta Jalur Lintas Selatan. Menurut Afif, jalur tersebut dipilih karena dinilai lebih aman dan nyaman dibandingkan rute perkotaan.
“Jalur pedesaan dan JLS relatif lebih lebar dan minim persimpangan padat, sehingga lebih kondusif untuk lari bersama, meskipun saat pelaksanaan cukup ramai karena akhir pekan,” katanya.
Jumlah peserta yang terdaftar dalam kegiatan ini mencapai sekitar 120 orang. Namun, peserta yang hadir secara langsung berkisar antara 50 hingga 60 orang. Afif menjelaskan hal tersebut terjadi karena kegiatan bersifat gratis dan tidak mengikat.
Mayoritas peserta berasal dari wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, khususnya Kabupaten Bantul. Peserta umumnya merupakan anggota komunitas RunnerMu dan Wolf Running Club, karena informasi kegiatan disebarkan melalui grup WhatsApp komunitas dan media sosial Instagram.
Seluruh peserta berdomisili di Yogyakarta, meskipun tidak semuanya merupakan warga asli daerah tersebut.
Selain sebagai ajang silaturahmi, Sunset Run juga menjadi bagian dari agenda latihan bulanan Runnermu yang dilaksanakan berpindah-pindah lokasi sesuai kerjasama dengan berbagai mitra. Afif menambahkan, kegiatan ini juga membawa misi dakwah melalui olahraga.
“RunnerMu adalah komunitas pelari Muhammadiyah. Dakwah kami lakukan secara bertahap lewat olahraga, misalnya dengan mengajak peserta mengenakan pakaian olahraga yang menutup aurat, tanpa membatasi keikutsertaan dari kalangan umum,” ujar Afif.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan lari dilakukan secara berombongan dengan sistem pengamanan internal.
Di barisan depan terdapat kapten lari yang memimpin arah, diikuti marshall yang bertugas mengawal rombongan dan memastikan peserta tetap berada di rute.
Sementara itu, sweeper berada di posisi belakang untuk memastikan tidak ada peserta yang tertinggal.
“Kalau ada peserta yang kelelahan, sweeper akan mengarahkan ke rute yang lebih pendek atau membantu agar bisa kembali dengan aman,” kata Afif.
Panitia juga disiagakan di area start dan finish untuk menyiapkan konsumsi sederhana berupa minuman dan makanan ringan. Karena bersifat self-support, panitia tidak menetapkan target peserta secara ketat, meski kapasitas maksimal kegiatan diperkirakan hingga 200 orang. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments