Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) RI, Arifah Choiri Fauzi, menegaskan pentingnya peran strategis Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) dalam menghadapi tantangan serius kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Hal itu ia sampaikan saat menutup Tanwir II NA di di Kantor Gubernur Provinsi Banten, Sabtu (6/9/2025).
“Ini adalah momentum strategis untuk meneguhkan langkah, memperkuat gerakan, dan menyalakan api perjuangan kader muda perempuan muhammadiyah dalam membangun bangsa,” katanya.
Selanjutnya, dengan tujuan besar negara Indonesia dalam mencapai Indonesia Emas 2045, Arifah meyakini bahwa NA akan terus berkiprah melahirkan dan mendidik generasi-generasi yang berkualitas.
“Bahwa kita punya tujuan bersama untuk menguatkan perempuan dan melindungi anak anak indonesia. Saya melihat NA ini punya peran dan posisi penting dalam mewujudkan dan melahirkan anak-anak berkualitas menuju Indonesia 2045,” jelasnya.
Sebelum lebih jauh pada tujuan Indonesia 2045, Arifah turut mengajak para peserta Tanwir II NA untuk melihat data secara realtime terkait kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Dia menyebut bahwa kasus kekerasan hingga saat ini masih menjadi tantangan yang serius yang perlu dihadapi secara bersama.
“Angka kekerasan secara realtime yang terlaporkan dalam sistem informasi kami pada januari-juni 2025, sejumlah 11.835 terlapor, dan di akhir agustus mencapai 19.535,”
“Artinya, dalam waktu 2 bulan, angka yang terlaporkan sudah sejumlah 7000 an dan saya yakin masih banyak masyarakat yang masih belum melaporkan,” jelas Arifah.
Permasalahan serius tersebut disebutnya merupakan suatu masalah yang harus diatasi dari dasar dan perlu adanya partisipasi dan sinergi dari masyarakat.
“Pondasi agama, akhlakul karimah, dan budi pekerti harus menjadi prioritas utama dalam menjadi ibu yang baik dan dalam menyelesaikan persoalan itu, perlu berangkat dari hati dan keikhlasan,” ucapnya.
“Kami berharap kolaborasi dan sinergi antara NA dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak dapat terus terjalin untuk menyelesaikan persoalan bersama,” tambah Arifah. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments