Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Saat Layar HP Menjadi Berhala: Assembly Learning SD Kreatif Muhammadiyah 16 Kenalkan Syirik Modern

Iklan Landscape Smamda
Saat Layar HP Menjadi Berhala: Assembly Learning SD Kreatif Muhammadiyah 16 Kenalkan Syirik Modern
Beberapa siswa kelas VI saat menampilkan tari sesajen dalam Assembly Learning Sekolah Kreatif SDM 16 Surabaya. Foto: Riska Oktaviana/PWMU.CO
pwmu.co -

Seusai menyelesaikan Sumatif Akhir Semester (SAS), Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Baratajaya Surabaya menggelar Assembly Learning yang dikemas dalam drama, gerak tari, dan lagu, Selasa (2/12/2025).

Kegiatan yang dilaksanakan di hall lantai tiga tersebut disulap menjadi panggung pertunjukan lengkap dengan ornamen dan pencahayaan pendukung. Seluruh siswa kelas VI SDM 16 Surabaya turut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Assembly learning merupakan bentuk pembelajaran berbasis ekspresi dan kreativitas yang dikemas melalui seni, gerak tari, dan lagu. Setiap adegan mengandung muatan edukasi sesuai tema pembelajaran yang sedang berlangsung. Kegiatan ini juga mengintegrasikan beberapa mata pelajaran, seperti Pendidikan Agama Islam, Bahasa Indonesia, Sejarah, dan Seni Budaya.

Bertajuk Ketika Layar Menjadi Berhala, Assembly Learning kelas VI menampilkan drama kreatif yang sarat makna. Proses persiapannya melibatkan seluruh siswa dalam berbagai aktivitas, mulai dari mempelajari naskah, mendalami karakter, berlatih dialog, hingga menguasai gerak tari yang disesuaikan dengan tiap adegan.

Jalan cerita disusun oleh tim teaching guru kelas VI. Alur drama menggambarkan bentuk-bentuk syirik pada masa sebelum Islam hadir di Indonesia serta perwujudannya pada era modern.

Dalam pentas yang dipandu Kania Prajnazanitha Harindra dan Mazaya Thufailah Az Zahra ini, para siswa memerankan beragam tokoh dan adegan, seperti penyembah berhala, tokoh muslim, penari Arab, penari Jawa Majapahit, penari sesajen, dukun, hingga anak yang kecanduan gawai.

Kepala SD Muhammadiyah 16 Surabaya, Ely Rhodlifah, S.H., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa era digital menghadirkan tantangan tersendiri.

“Kalau kita tidak berpegang teguh pada ajaran Islam, maka kita akan mudah terpengaruh tayangan-tayangan yang tidak baik,” ujarnya.

Ia mengingatkan pentingnya memanfaatkan gawai secara bijak. “Iman akan memengaruhi perilaku kita. Semoga anak-anak dapat menjadikan cahaya tauhid dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam penggunaan gawai. Jangan sampai gawai mengalahkan panggilan Allah (salat) dan orang tua,” harapnya.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Assembly learning ini diharapkan menjadi pengalaman belajar bermakna bagi siswa.

“Selain memperoleh pengetahuan sejarah, siswa juga melatih keterampilan sosial, kerja sama tim, dan rasa percaya diri,” imbuhnya.

Kania Prajnazanitha Harindra, salah satu siswa kelas VI, mengaku senang mengikuti kegiatan ini.

“Acaranya seru. Aku bisa belajar tentang apa itu syirik,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa syirik bukan hanya menyembah berhala.

“Handphone juga bisa jadi berhala. Kadang syirik itu ketika hati lebih takut kehilangan sinyal daripada kehilangan iman,” ucapnya.

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu