Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Saat PR IPM Sendangagung Gelar Takbir Keliling, Ada Emak-Emak di Tengah Barisan

Iklan Landscape Smamda
Saat PR IPM Sendangagung Gelar Takbir Keliling, Ada Emak-Emak di Tengah Barisan
Pawai takbir keliling diadakan oleh PR IPM Sendangagung, Kamis (19/3/2026. Foto: Iwantoro/PWMU.CO
pwmu.co -

Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Sendangagung menggelar kegiatan takbir keliling di malam Idulfitri 1447 Hijriyah, start dan finish di Masjid An-Nur Jalan Sengkan Simpang Lima Sendangagung Paciran Lamongan, Kamis (19/3/2026).

Kegiatan yang diikuti pelajar dari PAUD Aisyiyah, MIM 13 Sendangagung, SMPM 12 Paciran, dan MA Al-Ishlah Sendangagung ini berkeliling dari Masjid An-Nur, Kampung Beji, Segondel Mas Nugroho, Lebak Al Abrar, Sutho Wartel, Pasar, Babrikan Pak Naryoso, SDN Sendangagung, dan finish di Masjid An-Nur.

Nampak barisan mengular panjang, 355 siswa-siswi berseragam sekolah rapi dengan alat penerangan seadanya. Ada obor bambu, lampu emergency, dan juga senter, itu pun telah menjadikan acara meriah penuh semangat. Apalagi ada emak-emak yang ikut di barisan anak PAUD Aisyiyah Bustanul Athfal Sendangagung.

Ketua PR IPM Sendangagung Wulida Brilliant An-Nasyad membenarkan hal tersebut. Kata dia,  ada barisan emak-emak yang gabung dalam barisan pawai takbir keliling yang dipimpinnya. Mereka tak malu-malu turut melantunkan takbir sepanjang rute pawai.

Emak-emak atau ibu-ibu hadir dan masuk barisan pawai, bukan barisan penyusup atau ilegal, mereka masuk secara resmi berada di tengah barisan karena ikut mengawal anaknya yang masih TK.

Sementara rute perjalanan lumayan jauh dan mendaki di tengah malam, jadi alasan mereka gabung kita,” ungkap siswa MA Al-Ishlah kelas XI-B ini.

“Alhamdulilah, ibu-ibu ikut berpartisipasi sehingga bisa meringankan pengawalan pawai, dan insya Allah ada hadiah istimewa bagi mereka yang ikut pawai,” terang Ahmad Nurhadi SH, S.Pd, Waka Kesiswaan MIM 13 Sendangagung ini.

Iklan RSI Siti Aisyah Madiun

Usai takbir keliling, anak-anak dikumpulkan duduk bersila di masjid. Mereka dihitung untuk kemudian diberi uang.

Demikian juga emak-emak yang ikut pawai, masing-masing mendapatkan 45 ribu. Uang itu diperoleh dari beberapa dermawan warga Muhammadiyah Sendangagung.

Adanya hadiah uang yang lazim disebut ‘sangu’ untuk peserta takbir keliling dibenarkan dan diizinkan oleh Wakil Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bidang Kesejahteraan Sosial, Sekar Gondo S.Pdi.

“Tujuan pemberian uang untuk yang ikut pawai takbir keliling untuk menghilangkan tradisi lama yang biasa dilakukan anak laki-laki saat malam Idulfitri. Mereka suka mendatangi (mlawang) rumah orang kaya (agniya) untuk minta zakat, ini bisa menumbuhkan mental buruk dan tidak mendidik,” jelas guru SMPM 12 Paciran ini. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡