Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Saat Sedih Melanda, Inilah Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Menjadi Penawar

Iklan Landscape Smamda
Saat Sedih Melanda, Inilah Ayat-Ayat Al-Qur’an yang Menjadi Penawar
Foto: Adobestock
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Hidup sering kali menghadirkan gelombang ujian: rasa cemas yang datang tiba-tiba, kesedihan yang sulit dijelaskan, atau beban pikiran yang tak kunjung reda. Dalam kondisi seperti itu, hati seorang mukmin akan kembali kepada firman Allah.

Sebab Allah SWT  sendiri menegaskan:

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini menjadi pondasi bahwa Al-Qur’an dapat menenangkan hati, bahkan menyembuhkan kegelisahan, luka batin, dan merawat kembali keteguhan jiwa.

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam sebagai mukjizat yang hidup. Ia adalah bukti tak terbantahkan atas kebenaran risalah beliau, sekaligus menjadi rahmat bagi semua manusia.

Bagi siapa saja yang rajin membaca dan mengamalkan pesan-pesannya, Allah menjanjikan ketenangan dan penyembuhan:

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra’: 82)

Referensi inilah yang juga ditekankan oleh Ir. Abduldaem Al-Kaheel dalam bukunya “Al-Qur`an The Healing Book”, bahwa beberapa ayat memiliki efek kuat untuk menenangkan fisik dan psikis manusia.

Berikut beberapa surat dan ayat yang sangat dianjurkan untuk dibaca saat hati gelisah dan sedih, lengkap dengan ilustrasi kehidupan agar lebih terasa maknanya.

1. Surat Al-Fatihah — Obat Segala Penyakit

Surat Al-Fatihah dikenal sebagai Asy-Syifa’ (penyembuh). Banyak ulama menyebut surat ini sebagai obat yang menyembuhkan penyakit fisik, batin, dan spiritual.

Nabi pernah ditanya tentang ruqyah menggunakan Al-Fatihah, dan beliau membenarkannya.

Seorang ibu yang sedang merawat anaknya yang demam, seringkali membaca Al-Fatihah berulang kali sambil mengusap kepala anaknya. Ia merasa tenang, dan ketenangan itu merembes kepada sang anak sehingga tidurnya pulih. Al-Fatihah menjadi jembatan rasa tawakalnya kepada Allah.

Anjuran: Bacalah Al-Fatihah sebanyak tujuh kali saat merasa gelisah atau sebelum tidur.

2. Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) — Pelindung dari Segala Keburukan

Ayat Kursi memiliki kedudukan istimewa. Rasulullah bersabda:

Siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai shalat wajib, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.” (HR. An-Nasa’i)

Selain itu, ayat ini sangat dianjurkan dibaca pagi, sore, dan sebelum tidur.

Di tengah malam, ketika seseorang terbangun dengan rasa takut tanpa sebab—entah karena mimpi buruk atau tekanan pikiran—membaca Ayat Kursi membuat dadanya kembali lapang. Seolah ada dinding pelindung yang membentengi dari kecemasan.

3. Dua Ayat Terakhir Al-Baqarah — Penjaga di Malam Hari

Rasulullah bersabda:

“Barang siapa membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka itu sudah mencukupinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama menjelaskan “mencukupi” di sini maksudnya mencukupi dari bahaya, keburukan, bisikan setan, serta kecemasan hati.

Seorang mahasiswa yang menghadapi tekanan kuliah dan tugas, kadang sulit tidur karena gelisah memikirkan masa depan. Ketika ia membiasakan membaca dua ayat ini sebelum tidur, ia merasakan ketenangan baru: seperti ada yang memeluk hatinya.

4. Surah Al-Ikhlas — Menguatkan Tauhid, Menenangkan Jiwa

Rasulullah bersabda bahwa Surah Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Al-Qur’an. Kandungannya yang menegaskan keesaan Allah membuat hati menjadi lebih stabil dan tidak mudah goyah saat menghadapi persoalan.

Ketika seseorang merasa dipandang rendah oleh manusia, Al-Ikhlas mengajarkan bahwa satu-satunya tempat bergantung hanyalah Allah. Ia tidak lagi risau tentang penilaian manusia, sebab hatinya sudah tertaut kepada Yang Maha Esa.

5. Surah Al-Falaq dan An-Naas — Perisai dari Segala Gangguan

Dua surah ini dikenal sebagai Al-Mu’awwidzatain (dua surat perlindungan). Rasulullah mengajarkan agar membacanya di pagi dan sore, serta meniupkannya ke tubuh sebelum tidur.

Di lingkungan kerja yang penuh tekanan, fitnah, atau rasa iri, seseorang sering merasa cemas tanpa sebab. Dengan membaca Al-Falaq dan An-Naas, ia seperti memakai baju besi spiritual yang melindunginya dari bisikan jahat dan rasa takut yang tidak jelas.

Ayat-Ayat Lain yang Menenangkan Hati

Untuk memperkaya referensi, berikut beberapa ayat tambahan yang dikenal sebagai penenang jiwa:

• QS. At-Taubah: 51

“Tidak akan menimpa kami kecuali apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami.”

Ayat ini menenangkan orang yang sedang menghadapi ketidakpastian.

• QS. Al-Insyirah: 5–6

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”

Ayat ini menumbuhkan optimisme pada mereka yang tertekan oleh masalah hidup.

• QS. Yunus: 57

“Sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada…”

Ayat ini menjelaskan Al-Qur’an sebagai penyembuh batin.

Di antara semua surat dan ayat di atas, surat apa yang paling sering kita baca ketika hati resah?

Jawaban setiap orang mungkin berbeda, tetapi yang terpenting adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat harian yang menemani langkah kita. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu