Semangat dakwah penuh energi kembali ditunjukkan siswa SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita). Melalui program Safari Dakwah On Fire 2026, sekolah ini menghadirkan ruang praktik dakwah nyata bagi para siswa, khususnya dalam mencetak imam dan khatib muda yang siap terjun langsung ke tengah masyarakat, Sabtu (21/2/2026).
Program yang berlangsung sejak 20 Februari hingga 17 Maret 2026 ini menjadi ikhtiar strategis Smamita dalam melahirkan kader imam dan khatib muda yang berilmu, berakhlak, serta mampu menjadi penyejuk di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga selaras dengan visi Smamita: Religious, Smart, Positive, and Creative (Respect).
Sejumlah masjid menjadi lokasi pengabdian siswa, di antaranya Masjid At-Taqwa Kedungturi, Masjid Al-Furqon Tawangsari, Masjid Griya Taman Asri Tawangsari, Masjid Syuhada Bebekan, Masjid Al-Falah Citra Harmoni, dan Masjid As-Sakinah Kletek.
Sebelum diterjunkan ke masjid-masjid, para siswa mendapatkan pembekalan dan pembinaan intensif dari tim Ismuba (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab). Mereka dilatih mempraktikkan peran sebagai muadzin, imam salat tarawih dan subuh, penceramah tarawih, hingga pengisi kajian subuh, sekaligus terlibat dalam menggerakkan kegiatan keislaman yang menyentuh kebutuhan umat.
Direktur Smamita, Edwin Yogi Laayrananta, M.I.Kom., menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pendidikan karakter dan penguatan kompetensi keagamaan siswa.
“Dakwah tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan sekolah. Melalui Safari Dakwah On Fire 2026, siswa belajar menjadi imam dan khatib muda yang tidak hanya fasih dalam bacaan dan materi, tetapi juga matang dalam adab, akhlak, serta kepedulian sosial,” tegasnya.
Ia menambahkan, masjid sebagai ruang dakwah masyarakat perlu dihidupkan oleh generasi muda. “Smamita ingin melahirkan imam dan khatib yang tidak hanya cakap berbicara, tetapi juga menjadi teladan dalam perilaku,” ujarnya. Edwin yang juga Ketua Majelis Kader PCM Sepanjang berharap program ini menjadi pemantik semangat dakwah berkelanjutan dan membentuk karakter siswa yang religius, percaya diri, serta siap mengabdi untuk umat, bangsa, dan Persyarikatan.
Antusiasme masyarakat menjadi bukti keberhasilan program ini. Kehadiran imam dan khatib muda dari Smamita disambut hangat jamaah. Banyak warga mengapresiasi keberanian, kemampuan retorika, serta kedalaman materi dakwah yang disampaikan.
Salah satu peserta, Ibnu Mujtahid Dzakiya, mengaku mendapatkan pengalaman berharga. “Awalnya grogi, tetapi setelah berdiri di mimbar dan melihat jamaah tersenyum serta menyimak, saya merasa dakwah adalah panggilan yang mulia,” tuturnya penuh semangat.
Adapun siswa yang bertugas sebagai imam salat tarawih dan subuh sebanyak 12 orang, sementara tiga siswa lainnya bertugas sebagai muadzin. Melalui program ini, Smamita terus meneguhkan komitmennya dalam mencetak kader dakwah Muhammadiyah yang siap tampil, siap memimpin, dan siap menginspirasi umat. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments