Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sahabat di Dunia, Penolong di Akhirat

Iklan Landscape Smamda
Sahabat di Dunia, Penolong di Akhirat
Foto: Unsplash
Oleh : Ferry Is Mirza Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
pwmu.co -

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang menggembirakan satu orang mukmin yang kesusahan ketika di dunia, maka Allah akan menggembirakan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di hari Kiamat.

Barang siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang kesusahan, maka Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutup aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu memberikan pertolongan kepada seorang hamba, sepanjang ia mau menolong saudaranya sesama muslim.” (HR. Muslim)

Hadis ini adalah pengingat lembut bahwa setiap kebaikan kecil yang kita lakukan tidak pernah sia-sia. Dalam kehidupan modern yang penuh kesibukan, sering kali kita sibuk mengejar target duniawi sampai lupa bahwa di sekeliling kita ada banyak hati yang menanti uluran tangan, senyum, atau bahkan sekadar kata penyemangat.

Bayangkan seorang pegawai sederhana bernama Ahmad. Setiap pagi ia berangkat kerja dengan sepeda motor tuanya. Suatu hari di jalan, ia melihat seorang ibu terjatuh dari sepeda karena ban bocor.

Banyak pengendara lain melintas, sebagian hanya menoleh sekilas tanpa berhenti. Namun Ahmad menepi, membantu sang ibu berdiri, memperbaiki sepedanya, dan mengantarkan hingga ke tempat tujuan.

Beberapa bulan kemudian, Ahmad mengalami kecelakaan ringan. Anehnya, orang pertama yang menolongnya adalah seorang pria paruh baya yang ternyata kakak dari ibu yang pernah ia tolong dulu.

“Terima kasih sudah dulu membantu adik saya,” katanya sambil tersenyum. Saat itu Ahmad tertegun — ia baru menyadari bahwa pertolongan yang diberikan dengan tulus akan berputar kembali dalam bentuk yang tak terduga.

Kebaikan memang tidak selalu kembali secara langsung, tapi Allah menjanjikan balasan terbaik, baik di dunia maupun di akhirat. Sebab itu, berbuat baiklah meski tidak ada yang melihat, karena Allah tidak pernah lupa.

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Apabila engkau memiliki teman yang membantumu dalam melakukan ketaatan, maka peganglah dia erat-erat dengan kedua tanganmu. Karena sesungguhnya mencari teman itu sangatlah sulit, namun berpisah dengannya sangatlah mudah.” (Hilyatul Auliya, 4/101)

Kata-kata ini menggambarkan betapa berharganya sahabat yang baik. Dalam kehidupan, kita mungkin akan bertemu banyak orang, tetapi hanya sedikit yang benar-benar memahami, mendukung, dan menuntun kita menuju kebaikan.

Umar bin Khattab ra pun pernah berkata: “Tidaklah seseorang diberikan kenikmatan setelah Islam, yang lebih baik daripada kenikmatan memiliki saudara (semuslim) yang saleh. Apabila engkau dapati salah seorang sahabat yang saleh maka peganglah erat-erat.”
(Quutul Qulub, 2/17)

Ilustrasi Kehidupan

Iklan Landscape UM SURABAYA

Suatu sore, dua sahabat, Hadi dan Fikri, duduk di masjid setelah salat magrib. Mereka sudah bersahabat sejak kuliah.

Dulu, Fikri adalah orang yang mudah lalai salat dan sering terjerumus dalam kesenangan dunia. Namun karena melihat ketekunan Hadi dalam beribadah dan kesabarannya dalam menasihati tanpa menghakimi, Fikri perlahan berubah.

Beberapa tahun kemudian, ketika Hadi jatuh sakit dan tak bisa bekerja, Fikri yang dulu dituntunnya kini menjadi penolongnya.

Dia menanggung biaya pengobatan dan menemani sahabatnya setiap hari. Di hadapan Allah, persahabatan seperti inilah yang akan menjadi saksi — bahwa mereka saling mengingatkan dalam kebaikan dan menolong karena cinta kepada Allah.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Dawud)

Teman sejati bukanlah yang selalu menuruti keinginan kita, melainkan yang berani menegur ketika kita salah, yang tetap bertahan di sisi kita saat kita diuji, dan yang doanya diam-diam menyertai kita di setiap waktu.

Teman seperti ini langka — ibarat permata yang tak mudah ditemukan. Karena itu, jika engkau telah menemukan teman yang membantumu menuju Allah, jangan lepaskan. Doakan ia dalam sujudmu, sebagaimana engkau berharap ia pun mendoakanmu dalam kesendiriannya.

Dunia ini hanya tempat singgah sementara. Setiap kebaikan yang kita tanam akan tumbuh menjadi cahaya penuntun di akhirat nanti. Dan setiap persahabatan yang dibangun atas dasar iman akan menjadi syafaat di hari ketika tak ada naungan selain naungan Allah.

Maka teruslah berbuat baik, walau kecil, walau tak terlihat. Teruslah mencari teman yang baik, walau sulit. Karena keduanya — kebaikan dan persahabatan dalam ketaatan — adalah bekal paling berharga menuju surga-Nya. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu