Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sains Jadi Menyenangkan, Siswa SD Muri Buat Mini Rocket Launcher

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Para siswa SD Muri membuat Mini Rocket Launcher. (Mila Sopia/PWMU.CO)

PWMU.CO – Sinar matahari yang panas tak menyurutkan semangat dan antusiasme siswa kelas I dan II SD Muhammadiyah 1 Kebomas (SD Muri) Gresik Jawa Timur pada Jumat pagi (9/5/2025).

Gelak tawa, dan semangat belajar berpadu dalam kegiatan Science Project yang kali ini mengusung tema membuat Mini Rocket Launcher.

Sejak pagi, halaman sekolah sudah dipenuhi siswa berseragam olahraga. Mereka duduk berkelompok membentuk lingkaran besar, ditemani wali kelas masing-masing yang siaga mendampingi setiap proses eksperimen.

Di hadapan mereka tampak aneka bahan sederhana, botol plastik, plastisin warna-warni, dua jenis sedotan, selotip, serta gambar roket kecil berwarna cerah.

Tak hanya sekadar bermain, hari ini mereka belajar memahami konsep sains melalui cara yang paling disukai anak-anak, bereksperimen sambil bersenang-senang.

Para siswa SD Muri membuat Mini Rocket Launcher. (Mila Sopia/PWMU.CO)

Sains Jadi Menyenangkan: Ayo Kita Bikin Roket!

Kegiatan dibuka oleh koordinator Science Project, Dita Rahmania SPd. Dengan suara lembut dan penuh semangat, ia memandu anak-anak langkah demi langkah pembuatan roket sederhana.

“Langkah pertama, siapkan gambar roket, dan gunting tepinya. Siapkan sedotan ukuran besar, lalu ambil plastisin ukuran kecil, satukan dengan ujung atas sedotan ukuran besar,” jelas Dita seraya tersenyum

“Tahap selanjutnya adalah tempelkan pada bagian belakang gambar roket dengan selotip,” lanjutnya sambil mencontohkan, disambut mata-mata kecil yang antusias memperhatikan.

“Ambil botol plastik, buang tutupnya, kemudian ambil plastisin ukuran besar, remas-remas, lalu gulung memanjang, lilitkan di leher botol sampai hampir tertutup. Kemudian masukkan sedotan kecil ke dalam botol, selanjutnya, ujung bawah roket yang sudah jadi tadi, satukan dengan sedotan kecil. Tekan botolnya, dan roketpun siap terbang!,” katanya dengan tersenyum lebar.

“Mudah kan anak-anak?,” tanyanya. “Mudaaaah!” jawab seluruh siswa serempak, diiringi tawa dan tepuk tangan.

Para siswa SD Muri membuat Mini Rocket Launcher. (Mila Sopia/PWMU.CO)

Dentuman Botol dan Teriakan Bahagia

Tak lama kemudian, halaman sekolah berubah menjadi landasan peluncuran mini. Satu per satu roket hasil karya siswa mulai diuji. Dengan aba-aba semangat dari para guru, mereka memencet botol, dan whoosh! roket-roket kecil melesat ke udara!.

“Hore!, roketku meluncur jauh!,” sorak Faradillah Naushen Alfathunnisa, siswa kelas II Gemintang, matanya berbinar penuh rasa bangga.

Wali kelasnya, Qomariyah SPd pun mengacungkan dua jempol. “Bagus sekali! Anak-anak pintar semua hari ini,” ucapnya sambil membantu anak-anak lain meluncurkan roketnya.

Setiap lontaran roket disambut dengan sorakan dan tawa bahagia. Bahkan ada yang menghitung berapa meter roketnya terbang, saling membandingkan sambil tertawa geli.

Belajar Sains dengan Cara yang Tak Terlupakan

Kepala Urusan Kesiswaan, Bellah Iasyah Meylindah SPd, menekankan pentingnya pendekatan eksploratif seperti ini dalam pendidikan dasar.

“Kegiatan seperti ini bukan sekadar proyek sains biasa, tapi wahana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, keberanian mencoba, dan membangun pengalaman bermakna sejak dini,” jelasnya.

Sementara itu, Dita menjelaskan alasan pemilihan materi Mini Rocket Launcher. “Konsep tekanan dan energi adalah salah satu materi dasar dalam sains. Dengan kegiatan ini, anak-anak dapat memahaminya lewat praktik langsung yang menyenangkan dan mudah diingat,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar belajar konsep ilmiah, kegiatan ini juga melatih kerjasama, kreativitas, dan percaya diri siswa. “Mereka belajar sambil bermain, tapi juga merancang, mencoba, bahkan memperbaiki jika gagal. Inilah pendidikan yang hidup,” tambahnya.

Menjadi Petualang Ilmu Sejak Dini

Science Project ini membuktikan bahwa sains tak harus diajarkan lewat buku dan papan tulis saja. Ia bisa hadir lewat botol bekas, plastisin, dan tawa riang anak-anak.

Dengan semangat seperti ini, siapa tahu salah satu dari mereka kelak menjadi ilmuwan, insinyur, atau penemu besar yang mengawali perjalanannya dari sebuah roket kecil buatan tangan mungilnya di halaman sekolah.

Karena di SD Muri, setiap anak adalah petualang ilmu yang disiapkan untuk terbang setinggi-tingginya.(*)

Penulis Mila Sopia Editor Zahrah Khairani Karim

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu