Atmosfer semarak dan penuh semangat kompetisi sehat menyelimuti lingkungan SD Muhammadiyah 1 Krian. SD Sakri kembali menggelar agenda rutin tahunan yang paling dinanti, Sakri Fest, sebagai wadah pasca-ujian semester untuk menyalurkan bakat, minat, kreativitas, sekaligus mempererat kebersamaan seluruh siswa.
Kegiatan Sakri Fest tahun ini dilaksanakan selama tiga hari penuh, mulai dari hari Selasa hingga Kamis (9-11/12/2025), dan diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 sampai kelas 6. Agenda ini bukan sekadar ajang bermain, tetapi juga penekanan kuat pada nilai-nilai sportivitas dan kebersamaan antar kelas.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, Sakri Fest 2025 hadir dengan konsep yang lebih beragam dan terorganisir. Total enam cabang olahraga (cabor) dipertandingkan, mencakup futsal, badminton, lari estafet, sprint lari 100 meter, permainan tradisional gobak sodor, serta kompetisi ketangkasan. Keunikan lainnya, acara ini menggunakan tiga lokasi berbeda untuk mengakomodasi seluruh rangkaian perlombaan.
Untuk memastikan kelancaran dan efektivitas acara, pihak sekolah mengatur teknis pelaksanaan dengan pembagian cabor yang disesuaikan dengan jenjang kelas. Siswa kelas kecil (kelas 1, 2, dan 3) berkompetisi dalam cabor lari 100 meter, gobak sodor, dan ketangkasan, yang seluruhnya dipusatkan di lingkungan sekolah.
Sementara itu, kelas besar (kelas 4, 5, dan 6) beradu kebolehan dalam cabor futsal dan badminton, yang digelar di lokasi eksternal, yaitu Lapangan Abadi Futsal dan Lapangan Abadi Badminton. Cabor lari estafet untuk kelas besar dilaksanakan di lapangan belakang sekolah. Pengaturan lokasi ini bertujuan agar kompetisi dapat berjalan secara optimal dengan fasilitas yang memadai.
Sakri Fest
Ratna Metasari, Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SD Muhammadiyah 1 Krian, menekankan pentingnya agenda Sakri Fest. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan antusiasmenya melihat partisipasi aktif seluruh siswa.
“Sakri Fest adalah puncak apresiasi kami bagi seluruh siswa setelah mereka fokus menghadapi ujian semester. Ini adalah ruang yang kami dedikasikan penuh agar mereka bisa ‘meledakkan’ energi dan kreativitas mereka, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga non-akademik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ratna Metasari menjelaskan filosofi di balik penyelenggaraan kegiatan ini.
“Kami ingin menanamkan bahwa kompetisi itu bukan soal menang atau kalah semata, tetapi tentang proses, kerja sama tim, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Lihat saja, kami memasukkan gobak sodor. Itu adalah upaya kami untuk menjaga kelestarian permainan tradisional, sekaligus mengajarkan strategi dan kekompakan dengan cara yang sangat menyenangkan,” jelasnya.
Mengenai harapannya, Meta sapaan akrabnya berharap agar semangat kebersamaan yang terjalin selama tiga hari ini dapat terbawa dalam aktivitas belajar mengajar sehari-hari.
“Harapan kami, selesai Sakri Fest ini, seluruh siswa merasakan ikatan persaudaraan yang semakin kuat antar kelas dan antar jenjang. Semoga kegiatan ini menjadi memori indah dan motivasi bagi mereka untuk terus berprestasi dan berkreasi,” pungkasnya.
Rangkaian Sakri Fest akan ditutup secara meriah pada Jumat (12/12/2025). Acara penutupan akan diisi dengan pembagian hadiah bagi para juara, yang diselenggarakan bersamaan dengan pagelaran seni budaya dan kegiatan market day, di mana siswa juga didorong untuk belajar berwirausaha. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments