Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke-113, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Pakistan menyelenggarakan sebuah webinar internasional bertajuk “Cendekia Berkata” pada Minggu (05/10/2025).
Kegiatan ini terlaksana secara hybrid, yakni melalui platform Zoom dan berlokasi di Rumah Dakwah Muhammadiyah Islamabad, Pakistan.
Lebih lanjut, acara tersebut terhadiri oleh peserta dari berbagai daerah, baik dari dalam maupun luar negeri.
Aceh, Madura, hingga Brunei
Antusiasme peserta tampak dari partisipasi aktif yang datang dari wilayah Aceh, Padang, Lampung, Semarang, Pemalang, Banjarmasin, Bogor, Pasuruan, Depok, Madura, dan Cilegon, serta dari luar negeri seperti Brunei Darussalam.
Kehadiran lintas wilayah dan negara ini menunjukkan luasnya jangkauan dakwah Muhammadiyah serta semangat kolaborasi warga persyarikatan di tingkat global.
Tiga narasumber hadir dalam kegiatan ini, masing-masing memberikan kontribusi pemikiran yang mendalam seputar integrasi keilmuan, spiritualitas, dan nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan modern.
Narasumber pertama, Dr. Dewi Nur Aisyah, menyampaikan materi bertajuk “Integrasi Keilmuan dan Spiritualitas dalam Kehidupan Seorang Muslim.”
Dalam paparannya, ia menegaskan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan spiritualitas agar seorang ilmuwan tidak kehilangan nilai ketuhanan dalam dirinya.
“Spiritualitas akan menjadikan seorang ilmuwan menjadi seorang hamba dengan keilmuan yang dimilikinya, bukan menjadikannya seorang Tuhan dengan ilmu yang dimilikinya” tutur Dr. Dewi dalam penyampaiannya.
Hadirkan Sherly Annavita
Selanjutnya, Sherly Annavita Rahmi membawakan materi berjudul “Karakter, Nilai, dan Jati Diri: Pilar Pelajar Muslim Global.” Ia menekankan pentingnya menjaga semangat perjuangan, keyakinan, serta integritas diri dalam menghadapi tantangan zaman.
“Harapan, keyakinan, dan cita-cita harus terus diperjuangkan” ujarnya. “Apa pun masa depan yang kita miliki, itu tetap harus diperjuangkan, sekalipun sudah jelas di depan mata. Sebagai manusia, kita hanya perlu berikhtiar; bagaimana hasilnya, itu adalah pilihan Sang Maha Kuasa” tambahnya.
Sementara itu, Vier Agi Leventa membahas topik “Kemajuan atau Keterasingan? Menimbang Arah Inovasi dengan Kompas Nilai Islam.”
Dalam penyampaiannya, ia mengajak para intelektual muda untuk menimbang arah inovasi agar tetap berpijak pada nilai-nilai Islam dan kemaslahatan umat.
Dalam pernyataan penutupnya, Vier menyampaikan pesan reflektif, “Kita harus memberikan yang terbaik. Dunia ini tidak dibangun sepolos itu; intelektual-intelektual muda harus dirembuk lagi” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, PCIM Pakistan berharap agar semangat Milad Muhammadiyah ke-113 dapat menjadi momentum untuk memperkuat peran intelektual Muslim dalam membangun peradaban yang berkemajuan.
Di sisi lain, acara ini juga menjadi wadah bagi warga Muhammadiyah di mancanegara untuk saling berbagi gagasan, dan memperluas jejaring. Serta memperteguh komitmen dakwah Islam yang berlandaskan ilmu, nilai, dan spiritualitas.






0 Tanggapan
Empty Comments