Warga Medokan Ayu menyambut Ramadan 2026 dengan semangat kebersamaan melalui kegiatan kesehatan gratis di Musholla An Nur.
Suasana pagi di Musholla An Nur, Jalan Putra Bangsa III Blok C No. 41–43, Medokan Ayu, Rungkut, Surabaya, Minggu (15/2/2026), terasa berbeda. Sejak usai Subuh, halaman musholla dipenuhi warga yang datang dengan senyum dan semangat.
Bukan hanya untuk beribadah, tetapi juga menyambut Ramadan dengan langkah yang lebih sehat dan penuh kebersamaan.
Rangkaian Agenda Ramadan Penuh Kebersamaan
Kegiatan bertajuk “Sehat Jamaah, Giat Beribadah” ini menjadi pembuka rangkaian agenda Ramadan yang telah disiapkan panitia.
Ketua panitia, Muhammad Arif Pradana, menjelaskan bahwa sepanjang bulan suci nanti, Musholla An Nur akan menggelar Gerakan Subuh Berjamaah, kajian ba’da Subuh, pengobatan gratis, tarhib dan pawai Ramadan, kajian tematik, tadarus keliling, lomba-lomba anak SD hingga SMP, serta manajemen zakat fitrah.
“Kami mengusung tema Rangkul Kebersamaan dan Tebar Kebaikan di Bulan Ramadan. Semoga semua agenda ini diberi kelancaran dan benar-benar membawa manfaat bagi warga,” ujarnya penuh harap.
Pemeriksaan Kesehatan Gratis Disambut Antusias
Pagi itu, warga tampak antusias mengikuti layanan kesehatan gratis yang didukung oleh Parahita Diagnostic Center.
Meja pemeriksaan tersusun rapi. Satu per satu warga memeriksakan tekanan darah, gula darah, dan asam urat.
Bahkan tersedia layanan kesehatan gigi yang ditangani tiga perawat dan satu dokter, dibantu tenaga kesehatan dari lingkungan setempat.
Lutfi Sandora, salah satu perwakilan Parahita Diagnostic, menegaskan bahwa partisipasi mereka merupakan bentuk komitmen terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami ingin warga Putra Bangsa III Medokan Ayu dapat menjaga kesehatannya sejak dini. Dengan tubuh yang sehat, ibadah Ramadan bisa dijalani lebih optimal,” tuturnya.

Wujud Kepedulian dan Persaudaraan Warga
Bagi warga, kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan medis, tetapi juga wujud kepedulian dan persaudaraan. Abah Miseni, salah satu jamaah yang ikut memeriksakan diri, mengaku bersyukur.
“Terima kasih kepada Parahita dan takmir musholla. Dengan kegiatan ini, kami jadi tahu kondisi kesehatan kami,” katanya.
Ia pun berpesan kepada warga lain agar tidak menyepelekan kesehatan. “Mencegah lebih baik daripada mengobati. Lebih baik menjaga sebelum sakit datang. Ada pepatah, sedia payung sebelum hujan. Jangan tunggu parah baru berobat,” pesannya bijak.
Harapan Jadi Tradisi Tahunan
Ketua Takmir Musholla An Nur, Ustaz Muhammad Gufron, turut mengapresiasi dukungan semua pihak. Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun menjelang Ramadan.
“Semoga ini menjadi tradisi kebaikan yang terus tumbuh,” tegasnya.
Dari sudut kecil Surabaya, semangat kebersamaan itu terasa nyata. Warga tak hanya bersiap menyambut Ramadan dengan hati yang bersih, tetapi juga tubuh yang sehat. Karena pada akhirnya, ibadah yang khusyuk lahir dari jiwa yang tenang dan raga yang terjaga.
Dan pagi itu, Musholla An Nur membuktikan: merangkul kebersamaan dan menebar kebaikan bisa dimulai dari langkah sederhana—peduli pada kesehatan bersama.






0 Tanggapan
Empty Comments