Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ambulu kembali menyelenggarakan Pelatihan Dai Muda yang memasuki tahun ketujuh pelaksanaannya. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad (25/1/2026) di SD Muhammadiyah 01 Ambulu.
Pelatihan Dai Muda tahun ini diikuti 88 peserta, tujuh di antaranya merupakan simpatisan Muhammadiyah. Peserta berasal dari kalangan remaja dan pemuda berusia 12 hingga 25 tahun.
Kegiatan ini bertujuan menyiapkan dai muda yang siap mengisi kultum di masjid dan musala se-Cabang Ambulu selama bulan Ramadan, sekaligus menjadi langkah awal pembentukan Korps Dai Muda Ambulu.
Ketua Majelis Tabligh PCM Ambulu, H. Sholihin Rohani, S.Pd.I., menyampaikan bahwa pelatihan ini berlandaskan pesan Surah Al-Qasas ayat 77 tentang pentingnya menebarkan kebaikan.
“Kebaikan harus senantiasa ditebarkan. Pelatihan dai muda ini mendorong peserta untuk melakukan refleksi batin, meyakini bahwa kemampuan membaca diri sendiri adalah kunci sebelum melangkah memperbaiki umat,” ujarnya.
Ia menegaskan, para peserta tidak cukup hanya pandai membaca Al-Qur’an dan sunah, tetapi juga perlu berulang kali melakukan iqra’ terhadap diri sendiri dengan membedah kekurangan dan potensi pribadi. Dengan demikian, misi dakwah tetap berpijak pada realitas sosial tanpa melupakan bekal ukhrawi.
Dalam pelaksanaannya, Pelatihan Dai Muda menghadirkan narasumber kompeten di bidang dakwah. Wakil Ketua PCM Ambulu, Ustadz Rohmadhoni Sholeh, hadir sebagai pemateri yang membedah materi Retorika dan Teknik Penyusunan Naskah Dakwah.
Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa dakwah yang berkesan tidak hanya lahir dari keberanian berbicara, tetapi juga dari struktur pemikiran yang rapi. Materi yang disampaikan mencakup tiga pilar utama bagi penceramah.
Pertama, teknik penyusunan naskah kultum, yakni strategi merancang materi yang padat, berisi, dan relevan agar pesan tersampaikan secara efektif dalam waktu singkat. Kedua, cara menyampaikan dakwah melalui pengelolaan intonasi, artikulasi, dan pembawaan yang mampu menarik perhatian jamaah. Ketiga, mindset pendakwah, yaitu membangun niat dan mentalitas yang lurus sebagai fondasi sebelum tampil di hadapan publik.
Sebagai penutup, Ustadz Rohmadhoni menyampaikan pesan reflektif yang menjadi pengingat penting bagi peserta, “Naik mimbar tanpa persiapan, turun tanpa penghormatan.”
Pesan tersebut menegaskan tanggung jawab moral pendakwah untuk menghargai mimbar dan jamaah melalui persiapan yang matang.
Selain itu, hadir pula narasumber dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jember, Ustadz Samanan, S.Pd., M.KPd., yang mengupas tema Seni Dakwah Muhammadiyah bagi Generasi Muda.
Ia menyoroti dinamika pembaruan persepsi keagamaan di kalangan Generasi Z. Menurutnya, cara pandang generasi muda terhadap agama kini cenderung lebih kritis dan praktis, sehingga memerlukan pendekatan dakwah yang segar dan dialogis.

Beberapa poin yang menjadi perhatian peserta antara lain dinamika perubahan persepsi keagamaan Generasi Z serta tantangan dan peluang berdakwah melalui media sosial. Materi yang disampaikan secara interaktif ini memicu antusiasme tinggi. Sesi diskusi berlangsung hidup dengan banyak peserta mengajukan pertanyaan dan tanggapan kritis terkait pengalaman berdakwah di ruang digital.
Pelatihan Dai Muda ini tidak hanya bertujuan mencetak dai muda yang siap tampil selama Ramadan, tetapi juga menjadi ikhtiar strategis dalam menyiapkan generasi muda Muhammadiyah yang cakap berpikir, terampil berbicara, serta memiliki pemahaman dakwah yang mencerahkan dan berkemajuan.
Melalui kegiatan ini, Majelis Tabligh PCM Ambulu berharap lahir kader-kader dai muda yang mampu berperan aktif dalam kegiatan dakwah di tengah masyarakat serta menjadi penggerak dakwah Islam berkemajuan di wilayah Ambulu dan sekitarnya.





0 Tanggapan
Empty Comments