Dalam rangka memperkuat syiar dakwah dan konsolidasi gerakan persyarikatan, Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gresik menggelar Safari Subuh PCM-PCA Gresik, Ahad (8/2/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pimpinan dan kader Muhammadiyah-Aisyiyah untuk menyiapkan diri menyongsong datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Safari Subuh diikuti oleh pimpinan dan anggota PCM Gresik, PCA Gresik, PC Nasyiatul Aisyiyah Gresik, PC Pemuda Muhammadiyah Gresik, serta para kepala Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Rangkaian kegiatan diawali dengan salat subuh berjemaah di Masjid Taqwa Perguruan Muhammadiyah Gresik.
Dilanjutkan dengan kajian dan silaturahmi di Gedung Dakwah Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kroman, Gresik dengan tema ‘Menuntut Ilmu dan Pererat Tali Silaturahmi’.
Dalam sambutannya, Ketua PRM Kroman Hanafi menyampaikan apresiasi atas kehadiran pimpinan cabang dan unsur organisasi otonom Muhammadiyah-Aisyiyah.
“Kami terus berupaya menghidupkan gerakan dakwah dan sosial di tingkat ranting,” tegasnya.
Beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan antara lain santunan sekitar 200 paket menjelang Ramadan, program Tahsin Al-Qur’an setiap hari Selasa, rihlah ke masjid-masjid bersejarah, serta pembangunan gedung dakwah sebagai pusat kegiatan keumatan.
Perkembangan gedung dakwah PRM Kroman dari bentuk awal hingga saat ini juga disinggung Hanafi.
“Safari Subuh ini menjadi suntikan semangat bagi ranting untuk terus bergerak dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkap Hanafi.
Puncak acara diisi dengan tausiah oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Drs. M. In’am, M.Pd.I.
Dalam tausiahnya, dia menekankan pentingnya mempersiapkan diri menyambut Ramadan secara sungguh-sungguh, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual dan mental.
“Ramadan adalah bulan istimewa yang harus disambut dengan kesiapan iman, niat yang lurus, dan hati yang bersih,” katanya.
In’am mengatakan, menguatkan iman merupakan fondasi utama dalam menyambut Ramadan. Iman yang kuat akan melahirkan semangat ibadah yang konsisten dan penuh keikhlasan.
In’am mengingatkan jemaah pada firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa yang bertujuan agar manusia bertakwa.
“Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sarana pendidikan iman untuk melahirkan ketakwaan yang tercermin dalam sikap dan perilaku sehari-hari,” terangnya.
Selain iman, meneguhkan niat juga menjadi bagian penting dari persiapan Ramadan. Menurutnya, niat adalah ruh dari setiap amal. Amal ibadah yang dilakukan tanpa niat yang benar akan kehilangan nilai di sisi Allah SWT.
In’am mengutip hadis Nabi Muhammad saw. yang sangat masyhur, “Innamal a‘mālu binniyāt” (Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya).
“Oleh karena itu, memasuki Ramadan, setiap muslim perlu meluruskan niat bahwa seluruh ibadah puasa, salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga sedekah dilakukan semata-mata untuk mencari rida Allah,” ujar In’am.
Lebih lanjut, In’am menekankan pentingnya membersihkan hati sebelum memasuki bulan suci. Hati yang dipenuhi iri, dengki, dendam, dan kebencian akan menjadi penghalang turunnya keberkahan Ramadan.
Dia mengajak jemaah untuk memperbanyak istighfar, saling memaafkan, serta memperbaiki hubungan dengan sesama manusia.
“Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan bahwa keberuntungan hanya diberikan kepada orang-orang yang menyucikan jiwanya, sebagaimana disebutkan dalam surah Asy-Syams ayat 9,” jabar In’am
Menurutnya, persiapan spiritual ini juga harus diwujudkan dalam kehidupan sosial. Ramadan seharusnya mendorong umat Islam untuk lebih peduli, gemar berbagi, dan aktif dalam kegiatan dakwah amar makruf nahi mungkar.
“Dalam konteks Muhammadiyah, berorganisasi adalah salah satu sarana jihad dan dakwah yang harus dihidupkan dengan penuh keikhlasan dan kesungguhan,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments