Semangat kepanduan dan prestasi santri Muhammadiyah kembali bersinar dalam kegiatan Kemah Santri Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Kegiatan akbar ini berlangsung selama tiga hari, Ahad-Selasa (14–16/12/2025), bertempat di Pondok Hizbul Wathan (HW) Purwodadi.
Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren Muhammadiyah se-Jawa Timur hadir, berkompetisi, dan berkolaborasi dalam nuansa persaudaraan, disiplin, serta nilai keislaman.
Salah satu kontingen yang tampil gemilang adalah Qabilah Pondok Pesantren Muhammadiyah An Nur Sidoarjo. Dengan semangat juang dan persiapan matang, An Nur berhasil meraih Juara Umum III, sebuah pencapaian membanggakan di tengah persaingan ketat antarkontingen.
Prestasi ini diraih melalui keberhasilan para santri An Nur dalam berbagai cabang lomba keagamaan dan kepemimpinan yang menjadi inti kegiatan kemah.
Rangkaian lomba yang diikuti mencakup Khitobah Bahasa Arab, Musabaqah Fahmil Quran (MFQ), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), serta Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ), baik putra maupun putri.
An Nur mencatatkan hasil impresif, antara lain Juara 1 dan Juara 2 Lomba Khitobah Bahasa Arab Putra, Juara 2 dan Juara 3 Khitobah Bahasa Arab Putri, Juara 2 MFQ Putra, Juara 3 MFQ Putri, Juara Harapan 2 MFQ Putri, Juara Harapan 2 MTQ SMA, Juara 2 MHQ, serta Juara Harapan 3 MHQ. Akumulasi prestasi tersebut mengantarkan An Nur menempati posisi tiga besar klasemen umum.
Namun, sorotan utama tertuju pada sosok Saif Zuhdy Al Farobie, santri kelas X asal Kangean, yang sukses mengukir sejarah personal dan institusional. Meski tergolong baru mondok di Pondok Pesantren Muhammadiyah An Nur Sidoarjo, Saif tampil luar biasa dan berhasil meraih Juara 1 Lomba Khitobah Bahasa Arab Putra tingkat Jawa Timur.
Penampilannya dinilai unggul dari segi penguasaan bahasa, artikulasi, ketepatan tema, serta kepercayaan diri di hadapan dewan juri dan peserta.
Kemenangan Saif menjadi bukti bahwa latar belakang geografis tidak membatasi prestasi. Datang dari Kepulauan Kangean, Saif menunjukkan bahwa dengan tekad, bimbingan yang tepat, dan lingkungan pendidikan yang mendukung, santri mampu bersaing dan unggul di tingkat provinsi.
“Saya bersyukur dan terharu. Ini adalah amanah sekaligus motivasi untuk terus belajar dan berdakwah dengan bahasa Al-Qur’an,” ungkap Saif seusai pengumuman juara.
Pimpinan Pondok Pesantren An Nur Sidoarjo, Ustadz Munif Hasan, MA, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh santri dan pembina. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari latihan intensif, pendampingan berkelanjutan, serta sinergi antara pesantren, guru, dan orang tua.
“Prestasi Saif dan teman-temannya adalah inspirasi bagi santri lain. An Nur berkomitmen terus mencetak kader unggul yang berakhlak, berilmu, dan berdaya saing,” tuturnya.
Kemah Santri Muhammadiyah PWM Jawa Timur tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter, kepemimpinan, dan ukhuwah. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi santri Muhammadiyah yang tangguh, cinta Al-Qur’an, dan siap berkontribusi bagi umat serta bangsa.
Prestasi An Nur Sidoarjo, terutama kemenangan santri asal Kangean dalam Khitobah Bahasa Arab menjadi penegas bahwa dari manapun asalnya, santri mampu bersinar di panggung Jawa Timur.





0 Tanggapan
Empty Comments