Sebagai bagian dari pembelajaran lintas minat ekonomi, lima santri kelas XI Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF) melaksanakan kegiatan Kunjungan Langsung ke Koperasi Jasa Pegawai Republik Indonesia (KJPRI) Universitas Brawijaya (UB), Kamis (31/10/2025).
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi pembelajaran berbasis pengalaman nyata (experiential learning), di mana para santri tidak hanya belajar teori ekonomi di kelas, tetapi juga menyaksikan secara langsung praktik pengelolaan koperasi yang dijalankan oleh lembaga profesional di lingkungan kampus ternama.
Rombongan santri beserta guru pendamping disambut dengan penuh kehangatan oleh jajaran pengurus dan manajer KJPRI UB di kantor pusat yang berlokasi di kawasan kampus Universitas Brawijaya, Malang.
Dalam sambutan pembukaannya, salah satu perwakilan manajer KJPRI UB menjelaskan bahwa koperasi bukan sekadar lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi wadah penting bagi peningkatan kesejahteraan anggota dan masyarakat sekitar
“Koperasi adalah bentuk nyata ekonomi gotong royong. Di sini kita belajar bukan hanya tentang keuntungan, tapi juga tentang nilai kebersamaan dan tanggung jawab sosial,” ujar salah satu manajer KJPRI UB saat membuka sesi pertemuan.
Materi dan Penjelasan Lengkap Mengenai Koperasi
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi pengenalan koperasi. Santri mendapatkan penjelasan mendalam mengenai profil KJPRI UB, mulai dari sejarah berdiri, struktur pengurus, sumber permodalan, hingga pembagian divisi dalam koperasi.
Dalam sesi tersebut, santri juga diperkenalkan pada prinsip-prinsip koperasi yang mengedepankan asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. Para pengurus menjelaskan bahwa seluruh kegiatan koperasi berorientasi pada pelayanan terhadap anggota, bukan sekadar pencarian laba.
“Setiap keputusan koperasi selalu melibatkan anggota melalui rapat tahunan. Dari situ kita belajar tentang pentingnya partisipasi dan transparansi dalam manajemen lembaga,” terang narasumber yang memaparkan materi.
Sesi Wawancara Mendalam dengan Para Manajer
Usai menerima pemaparan, santri berkesempatan untuk melakukan sesi wawancara langsung bersama empat manajer utama, yaitu manajer keuangan dan umum, manajer divisi simpan pinjam, manajer divisi perdagangan, serta manajer divisi unit usaha.
Dalam sesi tersebut, santri secara antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar tata kelola keuangan, strategi menghadapi tantangan ekonomi modern, hingga inovasi digital yang diterapkan koperasi di era sekarang.
Salah satu santri menyampaikan rasa kagumnya setelah mengetahui bahwa koperasi sebesar KJPRI UB mampu mengelola berbagai unit usaha dengan sistem yang rapi dan profesional.
“Ternyata koperasi bisa berkembang sejauh ini karena pengelolaannya disiplin dan berorientasi pada kebutuhan anggota,” ungkap salah satu santri peserta kunjungan.
Survei Lapangan: Dari Gudang hingga Unit Usaha
Setelah sesi wawancara, santri diajak berkeliling untuk melihat secara langsung aktivitas di berbagai unit kerja koperasi. Di Divisi Perdagangan, mereka menyaksikan proses penerimaan barang di gudang, penyortiran, hingga penataan barang di toko.
Santri juga berdiskusi dengan karyawan mengenai strategi pemasaran dan pengelolaan stok agar tetap efisien. Kemudian di Divisi Simpan Pinjam, santri mempelajari berbagai produk koperasi seperti wadiah, qardh, dan mudharabah.
Pihak koperasi menjelaskan bahwa sistem ini memungkinkan anggota memperoleh layanan keuangan berbasis kepercayaan dan prinsip syariah tanpa unsur riba.
Sementara di Divisi Unit Usaha, santri diperkenalkan dengan layanan persewaan toga wisuda dan jasa rental yang dikelola koperasi untuk mendukung kegiatan civitas akademika Universitas Brawijaya.
Melalui observasi langsung ini, santri memahami bahwa koperasi memiliki potensi besar sebagai lembaga ekonomi mandiri yang mampu tumbuh dan berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan sosial. Kegiatan Ditutup dengan Apresiasi dan Foto Bersama
Sebagai penutup, seluruh peserta kunjungan melakukan sesi foto bersama para manajer dan staf KJPRI UB di ruang utama koperasi. Momen ini menjadi simbol rasa terima kasih atas sambutan hangat dan ilmu berharga yang telah diberikan.
Guru pendamping menyampaikan bahwa kunjungan semacam ini sangat penting bagi santri untuk melihat langsung penerapan teori ekonomi yang selama ini dipelajari di kelas.
“Melalui kunjungan ini, santri tidak hanya belajar tentang sistem koperasi, tapi juga belajar nilai-nilai tanggung jawab, kejujuran, dan kerja sama. Inilah semangat pendidikan Muhammadiyah yang memadukan antara ilmu dan amal,” tutur guru pendamping.
Kegiatan ini juga menjadi inspirasi bagi santri untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan berbasis sosial, sesuai dengan cita-cita pendidikan Islam modern yang membentuk insan berilmu, berakhlak, dan berdaya guna. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments