Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Santri PPI AMF Malang Raih Juara 1 IFIC 2025 Lewat Inovasi Tinta Spidol dari Kluwak

Iklan Landscape Smamda
Santri PPI AMF Malang Raih Juara 1 IFIC 2025 Lewat Inovasi Tinta Spidol dari Kluwak
Zulva Wahyu Pradana berhasil meraih juara 1 dalam ajang lomba International Future Innovators Challenge (IFIC) 2025. (Istimewa/PWMU.CO)
pwmu.co -

Santri Pondok Pesantren Internasional Abdul Malik Fadjar (PPI AMF), Zulva Wahyu Pradana berhasil meraih juara 1 dalam ajang lomba International Future Innovators Challenge (IFIC) 2025.

Ia juga mendapatkan Fully Funded Edutrip ke lima negara di Eropa, seperti Swiss, Belanda Vatikan, Jerman, dan Italia.

Zulva mengaku bangga dan tidak menyangka dapat mengungguli banyak peserta dari berbagai negara.

“Saya cukup bangga karena tidak menyangka bisa juara satu di Malaysia di antara banyaknya pesaing. Hal itu tidak menyurutkan semangat saya untuk terus berkompetisi,” ujar siswa SMA Abdul Malik Fadjar (AMF) Malang ini.

Produk yang dipresentasikan dalam perlombaan IFIC oleh Zulva adalah tinta spidol ramah lingkungan yang dibuat dari buah keluak.

Ide ini diambil karena keluak selama ini dikenal sebagai bahan utama masakan tradisional seperti rawon.

Melalui riset dan berbagai uji coba, Zulva menemukan bahwa keluak mengandung pigmen hitam alami. Itu artinya dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar tinta untuk spidol yang ramah lingkungan dan aman.

Setelah melakukan penelitian, Zulva berhasil mengembangkan tinta yang bersifat biodegradable, aman bagi anak-anak, serta tidak menimbulkan dampak berbahaya saat terhirup. Ini artinya berbeda dengan spidol konvensional yang mengandung bahan kimia tertentu.

Zulva mengaku proses pembuatannya tidak mudah. Hal ini terutama dalam membuat sampel tinta yang tepat dan aman karena hal tersebut membutuhkan riset yang mendalam dan uji coba berkali kali.

Namun, akhirnya Zulva berhasil dalam menyelesaikan proyek produk tinta alami berbahan dasar keluak.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Dari segi biaya, anggaran yang dikeluarkan oleh Zulva terbilang cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 200.000 hingga Rp 300.000.

Untuk biaya yang cukup besar terdapat pada penggunaan alat laboratorium. Sementara itu, harga keluak relatif murah dan mudah dijumpai di pasar.

Adapun keunggulan produk tinta dari bahan keluak ini terletak pada bahannya yang berasal dari bahan alami dan tinta ini dapat dibuat menjadi permanen maupun non-permanen.

Kemudian, tingkat keamanannya juga sangat aman apabila terkena kulit atau terhirup oleh anak-ana. Hal ini karena bahannya berasal dari bahan alami dan ramah lingkungan.

Dengan berhasilnya Zulva dalam memenangkan lomba dan mengembangkan produknya ini, Zulva berharap semoga inovasinya dapat berkembang menjadi startup Indonesia yang dapat dikenal oleh seluruh mancanegara.

“Dan semoga untuk kedepannya spidol-spidol yang sedang kita gunakan semua dapat beralih menjadi spidol yang ramah lingkungan dan aman untuk anak-anak,” kata pria asal Ponorogo ini.

Pada kesempatan terpisah, guru pembina, Yolanda Pradiva menjelaskan, proses pembinaan yang diberikannya lebih ke pengembangan produk.

Untuk masalah presentasi, dia mengaku, lebih memanfaatkan bantuan guru-guru lain di PPI AMF. Ke depan, Yolanda berharap produknya bisa lebih dikembangkan lagi sehingga dapat digunakan di masyarakat.(*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu
Logo Depan Satriadev
Logo Belakang Satriadev
⚡ 1 Dekade ⚡