Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sapa Murid dengan Kereta Suku Kata, Keseruan Pra-Sekolah SD Mugres

Iklan Landscape Smamda
Sapa Murid dengan Kereta Suku Kata, Keseruan Pra-Sekolah SD Mugres
Salah satu kelompok program Prasekolah SD Mugres Kampus A bersama pengajar memperlihatkan media pembelajaran Kereta Suku Kata (Apriliyanti/PWMU.CO)
pwmu.co -

Kegiatan Pra-Sekolah SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A kembali berlangsung penuh keceriaan. Memasuki pertemuan ketiga yang digelar pada Jumat (30/1/2026), sebanyak 120 murid diajak mendalami materi Membaca Pasangan Huruf dan Suku Kata melalui beragam aktivitas interaktif dan menyenangkan.

Koordinator Program Pra-Sekolah SD Mugres Kampus A, Syifaul Fuadiyah Sukmasari, S.Pd., menjelaskan bahwa fokus pembelajaran pada pertemuan ini adalah memperkuat pemahaman suku kata tanpa akhiran dengan pendekatan yang ramah anak.

Kegiatan diawali dengan menyapa setiap murid satu per satu, dilanjutkan ice breaking dan yel-yel sederhana untuk membangkitkan semangat belajar di pagi hari.

“Kami berharap sekolah menjadi tempat yang selalu mereka rindukan,” ungkap Syifa.

Tak hanya menekankan aspek kognitif, pembelajaran juga menguatkan nilai spiritual. Sebelum memasuki materi inti, seluruh murid secara rutin melakukan murajaah bersama surah An-Naba’ ayat 1–4. Pembiasaan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini sebagai ciri khas sekolah Muhammadiyah.

Suasana belajar semakin semarak saat sesi bernyanyi dimulai. Murid-murid menyanyikan lagu Balonku dengan lirik yang diubah menjadi Nabiku Nabi Muhammad. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan read aloud, di mana guru membacakan buku secara nyaring dan mengajak murid menirukan ejaan setiap suku kata dari judul buku yang ditampilkan.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Antusiasme murid semakin terlihat ketika diperkenalkan dengan media Kereta Suku Kata berbahan flanel. Salah satu pengajar Pra-Sekolah SD Mugres, Indah Kurnia Safitri, S.Pd., menjelaskan bahwa media tersebut dirancang khusus untuk menstimulasi kemampuan literasi visual anak.

“Media Kereta Suku Kata ini tidak hanya melibatkan anak untuk melihat, tetapi juga menyentuh dan menyusun sendiri huruf-huruf menggunakan kartu abjad pada papan flanel,” jelas Indah.

Melalui aktivitas ini, murid belajar mencocokkan gambar dengan kata secara mandiri, sehingga secara tidak langsung melatih logika berpikir sekaligus menumbuhkan kemandirian.

Sebagai penutup kegiatan, para guru menyampaikan pesan kepada orang tua melalui lembar tindak lanjut. Orang tua diharapkan dapat mendampingi anak menyusun kata-kata sederhana di rumah selama maksimal dua menit setiap hari agar proses belajar tetap berkesinambungan. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu