Di bawah atmosfer elegan Ballroom Hotel Luminor Surabaya, Rabu (28/1/2026) pagi, derap langkah transformasi pendidikan Muhammadiyah di Kota Pahlawan resmi dimulai. Forum Silaturahmi dan Komunikasi Kepala Sekolah Muhammadiyah (FOSKAM) tingkat SMP/MTs menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 yang dihadiri Ketua Majelis Dikdasmen PDM Surabaya serta 18 pucuk pimpinan sekolah dengan satu semangat: melaju bersama.
Menghapus Kasta, Membangun Karya
Dalam sambutannya yang menggugah, Ketua FOSKAM SMP–MTs Muhammadiyah Surabaya, Ali Mujafal M.Pd.I, menegaskan bahwa kesuksesan pendidikan tidak boleh tersekat oleh label sekolah besar maupun kecil. Baginya, inklusivitas menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.
“Tidak ada kasta dalam perjuangan kita. Semuanya berlandaskan kebersamaan agar progres sekolah Muhammadiyah bisa melaju serentak. Ke depan, tantangan semakin besar, maka kita harus saling mengisi dengan jiwa keikhlasan dan tanggung jawab,” ujarnya optimistis.
Ia juga menekankan bahwa Raker bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum evaluasi kritis untuk melahirkan inovasi yang dapat menjadi karya monumental bagi persyarikatan.
Strategi Delapan Pilar: Mewujudkan Barisan yang Rapi
Membuka secara resmi agenda ini, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Surabaya, Diky Syadqomullah M.Hes, menyampaikan pesan mendalam yang terinspirasi dari QS Ash-Shaff ayat 4. Ia menekankan pentingnya berjuang dalam barisan yang tertata rapi layaknya bangunan kokoh.
Dalam arahannya, Diky memaparkan delapan pilar strategis transformasi sekolah Muhammadiyah:
- Modernisasi Sarpras
Fasilitas yang mumpuni harus menjadi wajah utama daya tarik sekolah. - Reformasi Sistem ISMUBA
Praktik ibadah (Uprak) tidak boleh menumpuk di kelas 9. Kelas 7 ditargetkan tuntas shalat wajib, kelas 8 menguasai shalat jenazah, dan kelas 9 fokus pada manasik. Kemahiran baca Al-Qur’an ditargetkan mencapai minimal 95 persen. - Penguatan Branding AIK
Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan harus menjadi selling point utama sekolah. - Ideologisasi Pendidik
Penguatan kajian rutin bagi guru dan karyawan untuk menyelaraskan visi perjuangan. - Aktivasi Organisasi
Mendorong guru dan karyawan aktif dalam struktur Muhammadiyah maupun Aisyiyah. - Kurikulum Mandiri
Keberanian menyusun kurikulum khas ala Muhammadiyah yang berkarakter kuat. - Akselerasi MIPA
Mengadopsi standar literasi sains melalui referensi buku dari PP Muhammadiyah. - Optimasi Media Digital
Menyelaraskan narasi di media sosial dengan realitas keunggulan sekolah di lapangan.
Kepemimpinan yang Meneladani
Di akhir arahannya, Diky Syadqomullah mengingatkan para kepala sekolah bahwa mereka adalah perpanjangan tangan Dikdasmen sekaligus nakhoda utama di sekolah masing-masing.
“Kepala sekolah harus menjadi teladan. Jangan terlalu sering meninggalkan sekolah. Mari kuatkan barisan, berpikir bersama, dan bertindak bersama untuk memajukan pendidikan Muhammadiyah di Surabaya,” tegasnya.
Rapat kerja ini diharapkan tidak hanya menghasilkan dokumen program di atas kertas, tetapi menjadi titik awal lahirnya sekolah-sekolah Muhammadiyah yang adaptif, inovatif, dan tetap teguh pada akar ideologinya pada tahun pelajaran 2026–2027. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments