
Sementara itu, Halo Konco Luwe menggoda pengunjung dengan rekomendasi kuliner viral dan cerita sejarah makanan.
Tak kalah menarik, Geograph mengangkat isu lingkungan, seperti polemik tambang di Raja Ampat, untuk membangkitkan kesadaran ekologis.
Di sisi lain, Soda Can Media menyajikan analisis mendalam seputar Pop Culture, dari tren musik hingga dampak media sosial. Ada juga Pop Pals yang fokus pada hiburan dan budaya pop lokal Malang.
Bagi pencinta dunia kreatif, Creartips menawarkan inspirasi melalui tips seni dan konten dinamis. Terakhir, Manungsa.id mengusung pendekatan humanis dengan menyoroti isu sosial dan kemanusiaan.
Keberagaman tema ini membuktikan bahwa jurnalisme digital tak hanya tentang berita cepat, tapi juga kedalaman konten dan kreativitas penyajian.
CJF 2025 bukan sekadar ajang pameran karya, melainkan juga wadah pembuktian bahwa mahasiswa punya peran strategis sebagai penyampai informasi yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab.
Setiap website menjadi bukti bahwa mahasiswa UMM mampu menciptakan media yang relevan, informatif, dan berdampak bagi masyarakat. (*)
Penulis Zahra Putri Pratiwig Editor Azrohal Hasan






0 Tanggapan
Empty Comments