Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa SMA Muhammadiyah 2 (SMA Muha) Genteng Banyuwangi di bidang non-akademik. Kali ini, prestasi datang dari cabang olahraga pencak silat melalui nama Muhammad Ridho Farsya Sukoco.
Pertandingan pencak silat diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Daerah Banyuwangi pada Minggu (14/9/2025) di Pedepokan Panji Laras, Srono, Banyuwangi. Bertajuk “Panji Laras Festival Open Competition”, ajang ini diikuti seluruh perguruan silat di Kabupaten Banyuwangi, dengan total sekitar 170 atlet putra-putri.
SMA Muha Genteng hanya mengirimkan satu atlet di bidang seni, yaitu Ridho. Menurut Mochamad Ichwan, S.H., pelatih sekaligus guru Pembina Tapak Suci (TS) SMA Muha, sebenarnya sekolah memiliki tiga atlet pencak silat bidang seni yang berprestasi, bahkan beberapa kali menjuarai tingkat kabupaten hingga nasional.
Namun, Naila Amanda Chairunnisa (XI.2) sedang dalam pemulihan akibat demam berdarah, sementara atlet lain menghadiri acara keluarga di Malang.
Ichwan menambahkan, saat ini pihak sekolah mengalami keterbatasan stok atlet karena bertepatan dengan kegiatan akademik. Untuk kategori tanding, tunggal, dan beregu, atlet yang bisa diandalkan sebagian besar adalah siswa kelas XII, yang bersamaan harus mengikuti Tes Kemampuan Akademik.
Apresiasi dari Sekolah
Meski hanya mengirim satu atlet, Ridho berhasil meraih juara 3 tingkat kabupaten. Menurut Ahmad Khairudin, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah urusan Kesiswaan, setiap prestasi siswa, baik akademik maupun non-akademik, selalu diapresiasi sekolah dengan penghargaan berupa uang pembinaan sesuai tingkat juara, mulai dari kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Selain itu, sekolah memiliki tradisi mengumumkan prestasi siswa di hadapan seluruh siswa sekaligus memberikan penghargaan. Hal ini bertujuan untuk memberi motivasi dan semangat kepada seluruh siswa.
Mukson Hidayat, M.T., Sekretaris Pimpinan Daerah Tapak Suci Pimda 20 Banyuwangi sekaligus guru di SMA Muha Genteng, menyampaikan rasa bangganya.
“Sangat membanggakan seorang siswa pemula di Tapak Suci langsung meraih juara 3. Ini menjadi awal yang sangat baik dan motivasi bagi para atlet TS lainnya,” tutupnya. (*)





0 Tanggapan
Empty Comments