Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

Sayyidul Ayyām, Meraih Keberkahan Hari Jumat dengan Sunah-Sunah Rasulullah

Iklan Landscape Smamda
Sayyidul Ayyām, Meraih Keberkahan Hari Jumat dengan Sunah-Sunah Rasulullah
Ilustrasi: OpenAI
Oleh : Thoriq Mahmudin, M.Pd., C.EQ Founder RuqyahMU & Praktisi Ruqyah Syar'i
pwmu.co -

Hari Jumat adalah hari yang sangat istimewa bagi umat Islam. Tidak berlebihan jika ia disebut sebagai sayyidul ayyām (penghulu segala hari).

Banyak keutamaan melekat pada hari ini, sehingga setiap muslim dianjurkan untuk memuliakannya dengan memperbanyak ibadah, zikir, doa, serta menghidupkan sunah-sunah yang dicontohkan Rasulullah saw.

Al-Qur’an secara khusus menyebut hari Jumat dalam surat Al-Jumu’ah ayat 9: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9)

Ayat ini menegaskan kedudukan istimewa hari Jum’at. Seruan untuk salat Jum’at bahkan didahulukan daripada urusan dunia seperti jual beli.

Rasulullah saw juga menegaskan keutamaan hari ini dalam hadis sahih:

“Sebaik-baik hari yang terbit matahari padanya adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga, dikeluarkan darinya, dan pada hari itu pula akan terjadi Kiamat.” (HR. Muslim, no. 854)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa Jum’at adalah hari bersejarah, sejak awal penciptaan manusia hingga berakhirnya kehidupan dunia.

Sunah-Sunah yang Dianjurkan di Hari Jumat

Selain memiliki keutamaan agung, Islam juga memberikan tuntunan berupa amalan sunah yang dianjurkan setiap hari Jum’at. Amalan ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah.

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya di antara hari-hari kalian yang paling utama adalah hari Jum’at. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan ditampakkan kepadaku.” (HR. Abu Dawud, no. 1531; sahih menurut al-Albani)

Membaca selawat bukan hanya mendatangkan pahala besar, tetapi juga wujud cinta dan penghormatan kepada Rasulullah saw.

1. Membaca Surat Al-Kahfi

Membaca surat ini mendatangkan cahaya dan keberkahan. Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan terpancar cahaya untuknya di antara dua Jumat.” (HR. al-Hakim, no. 3392; sahih menurut al-Albani)

Membacanya menjadi pengingat sekaligus penjaga keimanan seorang muslim.

2. Mandi Jumat dan Memakai Wewangian

Rasulullah saw menekankan pentingnya mandi sebelum salat Jumat: “Barangsiapa mandi pada hari Jum’at lalu berwudhu dengan sempurna, kemudian berangkat (ke masjid), lalu mendengarkan khutbah dengan tenang, maka diampuni dosanya antara Jum’at itu dengan Jum’at berikutnya ditambah tiga hari.” (HR. Muslim, no. 857)

Selain mandi, dianjurkan pula memakai pakaian terbaik dan wewangian sebagai bentuk memuliakan hari Jum’at.

3. Berangkat Lebih Awal ke Masjid

Iklan Landscape UM SURABAYA

Rasulullah saw menjelaskan pahala besar bagi yang bersegera ke masjid:

“Barangsiapa berangkat pada jam pertama (menuju salat Jumat), maka seakan-akan ia berkurban dengan seekor unta. Barangsiapa berangkat pada jam kedua, seakan-akan ia berkurban dengan seekor sapi. Barangsiapa berangkat pada jam ketiga, seakan-akan ia berkurban dengan seekor kambing. Barangsiapa berangkat pada jam keempat, seakan-akan ia berkurban dengan seekor ayam. Barangsiapa berangkat pada jam kelima, seakan-akan ia berkurban dengan sebutir telur. Apabila imam telah keluar, maka para malaikat hadir mendengarkan khotbah.” (HR. al-Bukhari no. 881 dan Muslim no. 850)

Hadis ini menunjukkan betapa mulianya pahala orang yang berangkat lebih awal untuk salat Jumat.

4. Mendengarkan Khotbah dengan Khusyuk

Khotbah Jumat adalah bagian dari ibadah yang tidak boleh disepelekan. Rasulullah saw bersabda: “Apabila engkau berkata kepada temanmu pada hari Jum’at: ‘Diamlah!’ sementara imam sedang berkhutbah, maka engkau telah berbuat sia-sia.” (HR. al-Bukhari no. 934 dan Muslim no. 851)

Mendengarkan khutbah dengan penuh perhatian menjadi bagian penting dari kesempurnaan salat Jumat.

5. Memperbanyak Doa di Waktu Mustajab

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya pada hari Jum’at ada suatu saat di mana tidaklah seorang hamba muslim berdiri salat dan memohon sesuatu kepada Allah melainkan Allah akan memberikannya kepadanya.” (HR. al-Bukhari no. 935 dan Muslim no. 852)

Para ulama berbeda pendapat tentang kapan waktu mustajab ini, namun pendapat terkuat adalah setelah Ashar hingga Maghrib.

Hari Penuh Pahala dan Kesempatan Emas

Hari Jumat bukanlah hari biasa. Ia adalah hari penuh pahala, kesempatan emas untuk mendekat kepada Allah, serta momentum memperbarui janji kesetiaan di jalan-Nya.

Dengan menghidupkan sunah-sunahnya, seorang muslim bukan hanya mendapatkan ampunan dosa, tetapi juga limpahan keberkahan dalam hidup.

Menghidupkan Jumat berarti menghidupkan hati. Hari ini menjadi ruang bagi kita untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan meneguhkan kembali keimanan.

Sebagai umat Islam, mari jadikan setiap Jum’at sebagai hari penuh kebaikan, doa, dan amal saleh. Dengan begitu, kita bukan hanya memuliakan Jum’at, tetapi juga memuliakan diri kita sendiri dengan kedekatan kepada Allah Ta’ala.

Wallahu a’lam. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu