
PWMU.CO – Logo penuh makna dan memiliki makna filosofis mendalam itu diumumkan melalui sebuah seremonial sederhana. Dihadiri seluruh guru dan murid SD Alam Muhammadiyah (SD Almadany) Kebomas Gresik ini yang duduk di bawah rindangnya dedaunan dua pohon pule.
Dari lantai 2 sekolah, sebuah banner yang tergulung dibuka setelah diberikan aba-aba hitungan 1, 2, dan 3. Tampak sebuah logo milad ke-7 dari kreasi anak dan ayah pemenang lomba ini.
Menurut Wakil Kepala Sekolah bidang Humas dan Sarpras, Mahfudz Efendi SPd Gr MM yang mewakili Kepala Sekolah yang ada kegiatan luar sehingga tidak dapat menghadiri acara ini, mengungkapkan pencipta logo ini.
“Keterlibatan wali murid berkolaborasi (mencipta logo milad) dengan ananda menimbulkan chemistry untuk menumbuhkembangkan rasa memiliki sekolah ini” ujarnya
Tentu, lanjutnya, hal ini akan memiliki impact luar biasa terhadap kemajuan sekolah. Di mana selama ini, 6 edisi milad, logo selalu dibuat sekolah. Dan untuk kali pertama wali murid dan siswa dilibatkan di edisi ke-7 ini untuk menumbuhkembangkan rasa memiliki dengan sekolah ini.
Di akhir sambutannya, Fendi memiliki pantun spesial milad, “Kota Metropolitan Kota Jakarta, Kota Tahu Kota Kediri, 7 tahun usia Almadany kita, Namanya moncer hingga ke penjuru negeri,” ungkapnya. “Ubur-ubur ikan lele, Almadany makin menyala le,” tambah Fendi.
Inilah 3 Pemenang Cipta Logo Milad SD Almadany ke-7
Ketua Milad ke-7, Rizki Susanti SPsi menyampaikan terdapat 50 peserta cipta logo milad ini dan melalui berbagai pertimbangan dipilihlah 3 pemenang.
- Juara 1 – Ayah dan ananda Abrisam Shiraz Alfariq (1 Zea Mays)
- Juara 2 – Mama dan ananda Robby Irhamni (1 Pisum Sativum)
- Juara 3 – Mama dan ananda M. Bilal Ramadhan A (1 Vigna Radiata)
Ketiga pemenang itu mendapatkan piagam penghargaan berpigura dan trofi yang baru akan diberikan saat puncak acara milad ke-7 (19/02/2025) nanti.
Sebagai juara pertama, Ayah dan ananda Abrisam Shiraz Alfariq mempresentasikan logo ciptaan mereka. Shiraz–panggilan Abrisam Shiraz Alfariq–mengucapkan salam kemudian menceritakan awal mereka bekerja menciptakan logo milad ini.
”Awal saya corat-coret di kertas dengan aneka tulisan angka 7, “ ujarnya. Sang ayah, Muhammad Alfian Hilmi kemudian melengkapi dan menuangkan ide putranya itu di laptop, dengan kelihaiannya, lahirlah logo milad ini.
Secara umum, terangnya, logo ini berbentuk kolaborasi kupu-kupu dengan bunga yarg menjadi simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan, dan menguatkan dalam kebersamaan sesuai tema milad ke-7 ini “Stronger Together“.
Alfian Hilmi lalu menceritakan bagian metamorfosis kupu-kupu yang mengajarkan bahwa perubahan, meski lambat atau menyakitkan, bisa menghasilkan kekuatan besar dan potensi luar biasa. Filosofi ini mengingatkan kita untuk tidak takut berubah.
Lalu bagian daun, Alfian Hilmi menyampaikan melalui fotosintesis, memungkinkan kehidupan berkembang ini mengajarkan bahwa setiap makhluk hidup memiliki peran penting dalam ekosistem, dan kehidupan berkembang berkat kontribusi bersama semua elemen alam.
“Bagian bunga yang mekar dari tanah subur melambangkan harapan baru dan kekuatan untuk bangkit dari kesulitan, simbol dan kemampuan untuk memulai kembali meski dalam tantangan,” terangnya.
Di bagian logo berbentuk papan selancar, Alfian Hilmi mengungkapkan berselancar menghadapi gelombang besar mengajarkan kita untuk berani menghadapi tantangan hidup dengan percaya diri, tanpa lari dari kesulitan.
Terakhir, adanya simbol kekuatan seperti tangan atlet yang memperlihatkan otot lengannya mengajarkan bahwa kekuatan bukan hanya soal fisik, tetapi juga hasil dari usaha yang konsisten, kerja keras, dan pengorbanan dalam mencapai tujuan.(*)
Penulis Mahfudz Efendi Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments