
PWMU.CO – SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage membangun jiwa dan raga, melalui projek kelas lima semester dua tahun pelajaran 2024/2025 yang mengambil tema Bangun Jiwa dan Raga dengan topik Kesehatan Jasmani dan Rohani.
Salah satu materi projek ini didapat anak-anak melalui kegiatan Orang Tua Mengajar, yakni oleh apt Gugus Virianti SFar MFarm, orang tua dari Ananda Hafidz kelas 5 Firdaus, (31/01/2025).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Auditorium sekolah dengan peserta 107 siswa dan 6 guru. Kegiatan dimulai sambutan oleh Wakil Kepala Kurikulum, yakni Nur Suciati MPd.
Beliau menyampaikan “Kegiatan ini merupakan rangkaian dari projek anak-anak di semester dua ini, maka ikuti dengan baik tips untuk memperoleh sehat jasmani maupun rohani. Sehingga nantinya bisa menunjang pengerjaan projek dan utamanya dapat dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
“Ubur-ubur ikan lele, bagaimana kabarmu pagi hari ini le?,” pantun sapaan Gugus dalam mengawali materi dalam kegiatan ini. “Tema yang akan kita pelajari hari ini sudah ada pada lagu kebangsaan kita, yakni Bangulah badannya, bangunlah jiwanya, Untuk Indonesia raya,” terangnya.
Mengawali materinya, Gugus memberikan pertanyaan pemantik, “Apa yang kalian pikirkan ketika mendengan tema tersebut?,” tanyanya. Raka, kelas 5 Darussalam, langsung angkat tangan dan menjawab “Kesehatan tubuh, Bunda,’ jawabnya.
Kemudian Cello, kelas 5 Jordania, juga angkat tangan dan menjawab “Kesehatan badan, Bunda,” jawab Cello. Gugus mengapresiasi jawaban keduanya dengan mengatakan hebat, dan memberikan masing-masing sebungkus sereal.
Virianti, sapaan lain dari pemateri, kemudian memberikan tips bagaimana membangun jiwa dengan Ber-4, yakni:
- Beribadah dengan baik
- Berbuat baik
- Berpikir positif dan bersyukur
- Belajar mengendalikan emosi
Sedangkan untuk membangun raga, pemateri memberi tips MAMMMI, yakni:
- Makan makanan sehat dan bergizi
- Meningkatkan aktivitas fisik
- Melakukan olahraga teratur
- Menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan
- Mendeteksi gangguan kesehatan tubuh
- Istirahat yang cukup
Di sela-sela memberikan materi, Gugus memberikan tebak-tebakan nama buah dengan permainan gambar, dan tidak lupa memerikan sebungkus sereal sebagai apresiasi tambahan bagi anak-anak yang bisa menjawabnya.

Selain itu, Gugus yang berdinas di RSUD Sidoarjo, juga memberikan studi kasus sebagai berikut,
Budi melihat Dudung yang sedang mencoret dinding kelas, kemudian budi menegur dudung dengan kasar, mengatai Dudung anak nakal. Dudung tidak terima akhirnya budi dan dudung berkelahi. Bagaimana pendapatmu tentang sikap Budi dan Dudung?
Shandra, kelas 5 Firdaus, maju dan memberikan pendapatnya, “Seharusnya dinasihati dengan baik-baik, jika tidak mau, maka laporkan saja kepada guru,” jelasnya.
Gugus mengatakan “Wah, hebat. Tepuk tangan untuk mbak Shandra,” ujarnya.
Di akhir materi, Gugus memberikan pernyataan bahwa “Sehat itu mudah dan menyenangkan, dan sakit itu mahal,” ungkapnya. Kemudian beliau mengajak semua yang hadir untuk berdiri, dan melakukan Senam Kun Anta bersama-sama.
Selesai kegiatan, Gugus menyempatkan untuk memberikan testimoni. “Bismillah, program Orang Tua Mengajar yg diselenggarakan SD Ikrom merupakan bentuk inovasi dan kreativitas pengajaran yang luar biasa karena memberi pembelajaran siswa dari praktisi yang melibatkan orang tua siswa,” tutur Gugus.
“Program ini sangat bermanfaat, dan siswa sangat senang, antusias mengikutinya. Saya sebagai orang tua yang diberi kesempatan menjadi narasumber di program Orang Tua Mengajar, merasa bahagia dan bangga menjadi bagian dari SD Ikrom,” tambahnya.
“Semoga program ini dapat terus diadakan dan dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya,” pungkasnya.(*)
Penulis Abdul Rohim Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments