Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Mudabo Raih Juara 1 Tari di Ajang Gebyar Seni Budaya Muhammadiyah 2025

Iklan Landscape Smamda
pwmu.co -
Foto bersama membawa piala juara yang berhasil diraih di perlombaan Tari Gebyar Seni (Dini/PWMU.CO)

PWMU.CO – Siswa SD Muhammadiyah 2 Bojonegoro (Mudabo) berhasil meraih Juara 1 dalam perlombaan Tari di Gebyar Seni Budaya Muhammadiyah, sebuah ajang apresiasi seni pelajar, yang digelar pada Minggu (18/5/2025).

Adapun siswa yang meraih prestasi tersebut adalah Shakeela Saraswati, Adila Raisha Farzana, Noviana Putri Hariyanto, Kernelia Sayyida Hakama, Najwa Ayatul Humaira, dan Assyifa Assyarifata Rafifa A, yang semuanya merupakan siswa kelas 5

Perlombaan ini berlangsung di Lapangan Gajah Mada, Lamongan, dan diselenggarakan oleh Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Lamongan sebagai sarana bagi pelajar Muhammadiyah untuk menyalurkan minat dan bakat dalam seni tari tradisional.

Prestasi ini dibenarkan oleh pelatih ekstrakurikuler tari, Feny Choirunnisa.

“Iya, benar, kemarin ada enam anak yang mewakili SD Mudabo. Mereka lomba di Lamongan dan berhasil membawa pulang juara 1,” ujarnya.

Lebih lanjut, Feny menyampaikan bahwa dalam lomba ini, mereka membawakan Tari ‘Suk Pari Suka’ yang telah banyak tersedia tutorialnya di YouTube. Selain itu, tarian ini dipilih karena sesuai dengan tema perlombaan.

“Tarian tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat Bojonegoro yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Secara keseluruhan, tarian ini menceritakan aktivitas para petani, mulai dari proses menanam hingga masa panen tiba,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa tari ‘Suk Pari Suka’ sebenarnya tergolong susah-susah gampang, sehingga beberapa gerakan dikembangkan dan dikreasikan agar lebih sesuai dengan kemampuan anak-anak.

Kemenangan ini menjadi kebanggaan bagi orang tua dan guru di SD Mudabo. Keenam murid tersebut berhasil menampilkan tarian dengan rapi dan memuaskan, bahkan perpindahan formasi dieksekusi dengan sangat baik, tak heran SD Mudabo keluar sebagai juara.

Feny juga menceritakan bahwa proses latihan pun terbilang singkat, tidak sampai satu bulan, melainkan hanya satu minggu.

“Latihan rutin biasanya dilakukan saat ekstrakurikuler setiap hari Senin. Namun, khusus untuk lomba ini, persiapan hanya dilakukan selama satu minggu sebelum perlombaan. Alhamdulillah, mereka bisa mengeksekusi tarian ini dengan baik,” ucapnya.

Menurut Feny, tak heran jika anak-anak tampil sangat siap dalam lomba, karena tarian telah dipersiapkan secara matang melalui latihan rutin saat ekstrakurikuler dan pemantapan intensif setiap satu minggu. (*)

Penulis Dini Faizatunni’am Editor Ni’matul Faizah

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu