
PWMU.CO – SD Mugeb kedatangan tamu dari Jaringan Sekolah Muhammadiyah (JSM) Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (12/2/22).
Tamu yang berkunjung ke SD Muhammadiyah 1 GKB (Mugeb) Gresik sebanyak 47 orang. Terdiri atas kepala SD Muhammadiyah se-Kalimantan Timur, Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Samarinda dan pembina JSM. Pertemuan tersebut juga dihadiri pengurus Majelis Dikdasmen Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) GKB dan 4 kepala Mugeb Schools (SDM 1 GKB, SDM 2 GKB, SMPM 12 GKB, dan SMAM 10 GKB).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Dikdasmen PCM GKB, Nanang Sutedja SE MM menyambut baik kedatangan para rombongan dari Kalimantan Timur yang sudah melakukan tour di Pulau Jawa selama delapan hari itu.
“Selamat datang di lingkungan Sekolah Muhammadiyah GKB Gresik. Atas nama majelis dikdasmen PCM GKB, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran bapak ibu semua. Mudah-mudahan pertemuan pagi hari ini bisa memberikan manfaat saling berbagi energi positif dan informasi,” ujarnya.
Kami di sini, lanjutnya, juga saling belajar dan sedang terus meningkatkan daya jual sekolah Muhammadiyah GKB.
Profil Mugeb School
Nanang menjelaskan Majelis Dikdasmen PCM GKB membawahi 4 sekolah. Yang paling lama berdirinya diawali SD Muhammadiyah GKB 1 yang berdiri tahun 1995. Tahun 2001, kami mendirikan SMP Muhammadiyah 12 GKB atau dikenal dengan Spemdalas. Pada tahun 2009, kami mendirikan SD Muhammadiyah 2 GKB atau Berlian School. Tahun 2015 berdirilah SMA Muhammadiyah 10 GKB.
“Kekuatan Mugeb School adalah sinergi. Selain memiliki empat sekolah, PCM GKB juga mengelola 12 amal usaha yang lain. Alhamdulillah ada 16 amal usaha yang dikembangkan PCM GKB ini. Diantaranya ada Lazismu, Pusat Bahasa Spemdalas, Pusat Layanan Psikologi dan Konseling, dan yang terbaru ada LOGMart yang didirikan pada bulan Agustus 2021,” terang Nanang.
Nanang berharap, silaturrahim dan sinergi antara majelis dikdasmen PCM GKB dan Majelis Dikdasmen PDM terus terjalin.
“Mudah-mudahan dengan pertemuan ini silaturrahim di antara kita terus semakin meningkat dan sama-sama menjaga spirit sinergi di dalam berkhidmat di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah yang kita cintai. Mudah-mudahan kita bisa terus-semangat, terus bersinergi, kami yakin di persyarikatan ini, dengan bersinergi amal usaha Muhammadiyah akan berkembang,” katanya.
Di akhir sambutannya, Nanang mengutip pesan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bahwa ada dua kunci dalam mengelola persyarikatan Muhammadiyah.
Kuncinya, mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) kuncinya cuma dua. Satu, terus membina silaturahim dan yang kedua harus fun, harus bergembira. Kalau ada yang hatinya masih sedih, berarti ada yang masih perlu diperbaiki. Bermuhammadiyah itu bergembira, mencerahkan,” pesannya.
Sharing Session
Agenda dalam pertemuan ini adalah sharing session antar majelis dikdasmen, penyampaian product knowledge SD Muhammadiyah 1 GKB dan SD Muhammadiyah 2 GKB, dan School Tour SD Mugeb.
Kepala SD Mugeb M Nor Qomari SSi menyampaikan profil dan program sekolah. Dia menyampaikan Al Islam, karakter, akademik, pengembangan diri menjadi fokus lulusan.
“Jadi kriteria utama tidak hanya pada akademik, tapi juga ada tiga aspek lainnya,” terangnya.
Ari, sapaan akrabnya, juga menyampaikan karakter lulusan SD Mugeb. Karakter lulusan yang dibidik SD Mugeb yaitu jujur, disiplin, tanggung jawab dan peduli. Karakter tersebut didukung dengan adanya 22 ekstrakurikuler di sekolah.
Ari pun menjelaskan branding SD Mugeb adalah Sekolah penggerak, Sekolah ramah anak, dan sekolah polisi cilik. Selain itu, lanjutnyan sekolah juga di-branding dengan adanya kelas olimpiade yang bekerja sama dengan Klinik Pendidikan MIPA Surabaya.
Semua kegiatan maupun prestasi selalu ditampilkan dalam bentuk poster digital (posdig) yang di-share kepada khalayak ramai melalui website dan media sosial sekolah maupun guru dan karyawan.
“Internal proses ini bermuara pada marketing sekolah sehingga mempengaruhi PPDB. Jadi, apapun yang terjadi di sekolah ini harus diketahui khalayak ramai. Alhamdulillah PPDB SD Mugeb sukses,” ungkap ayah tiga anak ini.
Dalam kesempatan yang sama, Ari menyampaikan tentang kultur manajemen di Mugeb School. Plan, do, check, action itu adalah kultur manajemen di Mugeb School. Ada rencana jangka pendek, menengah dan panjang.
Kagum Perolehan Infak
Pada saat sharing session, ada beberapa pertanyaan yang dilontarkan peserta diskusi. Salah satunya adalah Zaenal Arifin MPdI kepala SD Muhammadiyah 4 Terpadu Samarinda.
“Saya kagum dengan perolehan infak yang tadi dijelaskan. Luar biasa sekali dalam sebulan bisa mengumpulkan infaq dengan jumlah yang besar. Yang ingin saya tanyakan adalah bagaimana menjalin komunikasinya dan bagaimana pengelolaannya, barangkali nanti bisa kami terapkan di Samarinda,” tanyanya.
Kepala Berlian School Fauzuddin Ahmad SPd menjelaskan alur pengumpulan dan pengelolaan infak di Mugeb School.
“Infaq itu ketika anak-anak masuk di sekolah di depan gerbang sudah disambut oleh ustadz-ustadzah dan disitu sudah disediakan kotak infak. Ketika anak masuk kelas pun, akan langsung bertemu dengan wali kelasnya dan dimotivasi, diingatkan untuk berinfak. Infak itu harus setiap hari. Jika di tempat lain, infak biasanya hanya diterapkan di hari Jumat, maka di Mugeb School infak dilakukan setiap hari,” jawabnya.
Setelah terkumpul, lanjut Ahmad, sapaan akrabnya, perolehan infak setiap anak dicatat wali kelasnya dan setelah satu bulan, hasil perolehan tersebut diserahkan kepada Lazismu GKB.
“Setelah terkumpul, Lazismu akan memberikan reward kepada kelas yang paling banyak mengumpulkan infak,” jelasnya.
Distribusi Infak
Ahmad juga menjelaskan sebagian infak tersebut sebagian bisa kembali ke sekolah dalam bentuk pembayaran SPP (beasiswa) untuk anak yatim dan tidak mampu.
“Sehingga operasional sekolah tetap bisa berjalan tidak terganggu karena masing-masing sekolah sudah menghitung kalkulasi SPP, pendapatan setahun, dan sebagainya. Selain itu, Lazismu juga akan mengajak anak-anak untuk ikut berpartisipasi dalam bakti sosial (baksos) yang diadakan sekolah dan Lazismu,” tandasnya. (*)
Penulis Maratus Sholichah. Co-Editor Ichwan Arif. Editor Muhammad Nurfatoni.






0 Tanggapan
Empty Comments