
PWMU.CO – SD Muhammadiyah Kompleks Gresik (SD Mugres) Kampus A menunjukkan komitmen nyata dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagai bentuk keseriusan, SD Mugres mengirimkan tujuh guru terbaiknya untuk mengikuti Training of Trainer (ToT) Guru Pembina Olimpiade MIPA jenjang SD/MI se-Kabupaten Gresik.
Kegiatan ToT ini diselenggarakan oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik.
Seleksi awal ToT dilaksanakan pada Sabtu (12/4/2025) dan Senin (14/4/2025) lalu di dua lokasi, yaitu SD Muhammadiyah 1 GKB dan SMP Muhammadiyah 13 Campurejo. Proses seleksi ini melibatkan tim penilai dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Surabaya dan berhasil menjaring 25 peserta terbaik untuk masing-masing bidang, yakni Matematika dan IPA.
Peserta yang lolos seleksi selanjutnya akan mengikuti pelatihan intensif selama lima hari yang akan dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu (19/4/2025) hingga Sabtu (17/5/2025) di SD Muhammadiyah Manyar (SDMM), Gresik.
Dari SD Mugres, guru-guru yang berhasil lolos seleksi awal adalah Eka Maulidina Rizqi SPd untuk bidang Matematika. Sementara itu, untuk bidang IPA, terdapat enam guru yang lolos, yaitu Ani Windi Astuti SPd, Ely Safanah SSi, Indah Kurnia Safitri SPd, Venna Yulia Rachmawati SPd, Bintari Eka Permani SPd, dan Noor Rofiiqoh SPd.
Salah satu guru IPA yang lolos seleksi, Ely Safanah SSi, mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan mengikuti program ToT.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa bergabung dalam program ToT ini. Materi yang disampaikan sangat mendalam dan aplikatif. Saya berharap ilmu yang diperoleh dapat saya manfaatkan untuk membina siswa secara lebih optimal dalam menghadapi olimpiade sains mendatang,” tutur Ely.
Program ToT ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan kapasitas guru, tetapi juga memperkuat kolaborasi antarsekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik dalam upaya mencetak generasi berprestasi di bidang MIPA.
Materi yang diberikan mencakup strategi pembelajaran olimpiade, pendekatan berpikir suprarasional, serta penerapan konsep Sains Nalaria Realistik (SNR) dan Matematika Nalaria Realistik (MNR).
Kepala SD Mugres, Luluk Subaidah SPd, menyambut pencapaian ini dengan penuh antusias.
“Kami sangat bersyukur dan bangga. Lolosnya tujuh guru dari SD Mugres merupakan bukti nyata komitmen kami dalam mengembangkan kompetensi tenaga pendidik, khususnya dalam bidang pembinaan Olimpiade Matematika dan IPA. Hal ini juga sejalan dengan semangat sekolah untuk terus melahirkan pendidik yang unggul dan berdampak luas,” ujar Luluk.
Luluk juga menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong seluruh guru untuk aktif mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan profesional. Dengan meningkatnya kompetensi guru, ia yakin dapat mewujudkan pendidikan yang unggul, inovatif, dan berlandaskan nilai-nilai Islam. (*)
Penulis Venna Yulia Rachmawati Editor Ni’matul Faizah






0 Tanggapan
Empty Comments