Koridor dan ruang kelas di SD Muhammadiyah 4 Zamzam mendadak berubah fungsi menjadi galeri seni, laboratorium sains, sekaligus panggung presentasi selama empat hari berturut-turut.
Dari Senin hingga Kamis, 8–11 Desember 2025, sekolah tersebut menggelar puncak kegiatan Project Based Learning (PjBL), sebuah metode pembelajaran berbasis proyek yang menuntut siswa untuk berpikir kritis, berkolaborasi, dan menghasilkan karya nyata setelah satu semester penuh proses belajar mengajar.
Kegiatan PjBL ini dirancang sebagai ajang pameran dan presentasi karya, di mana setiap tingkatan kelas mendapat giliran tampil bergantian setiap harinya.
Hari Senin menjadi panggung bagi kelas 1, diikuti kelas 2 pada hari Selasa. Hari ketiga, Rabu, giliran kelas 3 dan 4 unjuk gigi, dan ditutup meriah oleh kelas 5 dan 6 pada hari Kamis.
Belajar dari Proses, Bukan Sekadar Hasil
Konsep utama yang diusung dalam PjBL tahun ini sangat menekankan pada pengalaman belajar yang autentik dan nyata.
Prosesnya tidak hanya berhenti pada pembuatan karya, tetapi melibatkan serangkaian tahapan kompleks, mulai dari penyiapan bahan, mengikuti langkah pengerjaan, hingga mengubah ruang kelas mereka menjadi area pameran yang menarik.
Poin krusial dari kegiatan ini adalah melatih keberanian berbicara di depan umum. Setiap siswa diwajibkan mempresentasikan karya mereka langsung di hadapan ayah-bunda yang hadir sebagai pengunjung pameran.
Kehadiran keluarga membuat suasana kelas terasa hangat, namun di saat yang sama, memberikan tantangan mental tersendiri bagi para siswa untuk menampilkan kemampuan terbaik dan meyakinkan audiens mereka.
Panggung kecil dadakan ini menjadi ajang latihan mental yang berharga.
Ruang Latihan Berpikir Kritis dan Kolaborasi
Kepala Urusan Kurikulum SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Fridalifia Maharani Putri, M.Pd., menegaskan bahwa PjBL bukan sekadar seremoni akhir semester.
Ia melihat kegiatan ini sebagai ruang latihan vital untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa.
“Banyak karya yang memanfaatkan bahan bekas untuk didaur ulang. Dari proses itu saja siswa belajar memecahkan masalah, mencari alternatif, dan bekerja dengan sumber daya yang terbatas,” jelas Fridalifia.
Ia menambahkan, aspek kolaborasi menjadi poin penting yang tak bisa dinegosiasikan.
“Dari menyusun konsep, membuat dekorasi, menata penampilan, hingga membagi tugas presentasi. Semuanya dikerjakan bersama teman-teman dan didampingi ustadz-ustadzah kelas. Ini esensi kerja tim,” tambahnya.

Apresiasi Hangat dari Wali Murid
Dukungan penuh dari orang tua menjadi elemen yang tidak terpisahkan dari kesuksesan acara ini. Para wali murid terlihat antusias mendengarkan presentasi anak-anak mereka.
Ibunda Sulton, salah satu siswa kelas 3 Ar Rahman, menyampaikan rasa bangganya melihat hasil kerja keras anak-anak.
“Setiap pulang sekolah, Ananda selalu cerita tentang kejadian hari itu. Awalnya saya hanya membayangkan betapa serunya kegiatan di sekolah. Tapi setelah melihat langsung, ternyata memang Zamzam penuh petualangan seru,” ujarnya penuh kesan.
Dengan nada bercanda yang mengundang tawa hadirin, ia juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk para ustadz-ustadzah.
“Kami tahu mendidik anak-anak tentu tidak mudah. Dari jam tujuh pagi sampai jam tiga sore itu waktu yang panjang. Kami saja saat masa daring rasanya sudah gemes,” tutupnya.
Investasi Karakter Masa Depan
Kepala SD Muhammadiyah 4 Zamzam, Muhammad Anas Fikri, M.AP., menyampaikan apresiasinya yang tinggi kepada seluruh elemen yang terlibat: siswa, guru, dan orang tua.
Ia menekankan bahwa kegiatan semacam ini merupakan investasi karakter yang tak ternilai harganya.
“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mampu berkomunikasi, berkolaborasi, dan berinisiatif. PjBL memberikan ruang itu. Kami bangga melihat keberanian anak-anak hari ini,” ungkap Anas Fikri.
Empat hari PjBL ini bukan sekadar rangkaian acara, melainkan cerminan dari sebuah perjalanan belajar yang panjang —tentang keberanian mencoba, kesabaran dalam berproses, dan kegembiraan menemukan hal baru.
SD Muhammadiyah 4 Zamzam sekali lagi membuktikan bahwa sekolah adalah tempat yang kondusif bagi anak-anak untuk membangun versi terbaik dari dirinya.
Ditutup dengan Semerbak, Momen Segar Penuh Makna
Menutup rangkaian kegiatan, SD Muhamdiyah 4 Zamzam juga menggelar kegiatan rutin bertajuk Semerbak (Sehat Menyenangkan dan Berkarakter) pada Jumat pagi.
Suasana riuh ceria tampak sejak pagi selepas pelaksanaan Salat Dhuha berjamaah.
Seluruh siswa berkumpul di lapangan untuk mengikuti senam bersama.
Setelah tubuh dibuat segar dan bugar, siswa menikmati sajian sederhana namun bergizi berupa bubur kacang hijau yang telah disiapkan oleh pihak sekolah.
Kegiatan kemudian ditutup dengan aksi bersih-bersih lingkungan sekolah, sebuah latihan disiplin dan pembiasaan karakter yang menjadi bagian dari rutinitas di Zamzam.
Semerbak menjadi momen penyegar sekaligus penegas bahwa pembelajaran di SD Muhammadiyah 4 Zamzam selalu diupayakan berlangsung secara menyenangkan dan bermakna, bahkan di luar ruang kelas formal.***






0 Tanggapan
Empty Comments