Suasana meriah menyelimuti halaman UPT SDN 49 Gresik saat Persatuan Guru Olahraga (PGO) bersama Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) se-Kecamatan Manyar, Gresik menggelar Lomba Bakiak atau Terompah Panjang.
Kegiatan ini berlangsung sebagai rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Sabtu (30/8/2025).
Perlombaan ini diikuti oleh 21 sekolah dasar negeri maupun swasta di Kecamatan Manyar. Setiap tim terdiri dari tiga orang guru atau karyawan putri.
SD Muhammadiyah Manyar (SDMM) mendelegasikan satu tim yang beranggotakan Dyah Novira Dwi Jayanti, Ajeng Putri Dwi Rohma, dan Hesti Meganiandari.
Formasi tim SDMM adalah Dyah (Vira) di depan, Ajeng di tengah, dan Hesti di belakang. Suasana kompetisi berlangsung ramai, meriah, dan penuh sportivitas. Menariknya, meskipun setiap sekolah berkompetisi, mereka juga saling memberi dukungan satu sama lain sehingga lomba terasa hangat dan penuh kekeluargaan.
Untuk menjaga ritme langkah, tim SDMM menerapkan strategi dengan mengucapkan aba-aba kanan dan kiri di setiap hentakan.
Strategi sederhana ini terbukti efektif dalam menjaga kekompakan. Dukungan juga datang dari Hasbi Ash Shiddieqi, guru olahraga SDMM, yang sehari sebelumnya mendampingi mereka latihan menggunakan bakiak milik sekolah.
Perjalanan menuju podium juara tidaklah mudah. Tim SDMM harus melewati lima kali pertandingan mulai dari babak penyisihan, semifinal, hingga final. Bahkan, menurut Hesti Meganiandari, ada tantangan pribadi yang ia hadapi.
“H-1 lomba saya sempat sakit flu, tapi tetap berangkat. Menurutnya, pertandingan terberat itu di final karena lawannya juga cepat. Tapi berkat kekompakan tim, akhirnya kami bisa menang. Lomba tahun ini juga terasa lebih berat daripada dua tahun lalu, karena ada beban di pundak kami untuk mempertahankan gelar juara 1,” ungkapnya.
Kemenangan ini terasa semakin istimewa karena tim SDMM berhasil mempertahankan gelarnya. Dua tahun sebelumnya, mereka juga meraih Juara 1 dalam lomba yang sama.
Setelah vakum pada tahun 2024, lomba bakiak kembali digelar tahun ini dan SDMM kembali menunjukkan dominasinya dengan meraih juara pertama. Kebanggaan ini tidak hanya dirasakan oleh para peserta, tetapi juga seluruh keluarga besar SDMM.
Prestasi ini membuktikan bahwa kekompakan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah mampu mengantarkan SDMM menjadi juara sekaligus pelestari permainan tradisional yang sarat nilai kebersamaan dan nasionalisme.






0 Tanggapan
Empty Comments