SD Muhammadiyah 8 Tulangan (SD Muhdelta) Sidoarjo kembali menghadirkan program pembelajaran inspiratif melalui kegiatan Guest Teacher bertajuk “Damkar Goes to School: Padamkan Api, Nyalakan Semangatku di Sekolah Hebat SD Muhdelta”, pada Kamis (18/9/2025).
Dalam kegiatan ini, tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sidoarjo hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan edukasi tentang pencegahan kebakaran sekaligus menggelar simulasi pemadaman api secara langsung.
Acara diawali dengan sambutan Kepala SD Muhdelta, Muhammad Syaifudin Zuhri, M.Pd., yang menekankan pentingnya edukasi sejak dini tentang bahaya api dan cara penanganannya.
“Kehadiran tim Damkar tidak hanya memperluas wawasan siswa, tetapi juga menanamkan nilai keberanian, kepedulian, serta kesigapan dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Pada sesi awal, tim Damkar memaparkan berbagai penyebab kebakaran yang sering terjadi di lingkungan rumah maupun sekolah, seperti korsleting listrik, kelalaian penggunaan kompor gas, hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan.
Para petugas juga membagikan tips pencegahan sederhana, di antaranya mematikan aliran listrik saat tidak digunakan, memastikan regulator gas terpasang dengan baik, serta menyiapkan air atau alat pemadam api sederhana di rumah.
Antusiasme siswa semakin meningkat ketika tim Damkar mendemonstrasikan penggunaan alat pemadam api ringan (APAR).
Beberapa siswa bahkan mendapat kesempatan mencoba langsung memadamkan api dengan pendampingan petugas. Suasana pun semakin semarak saat para siswa bersorak penuh semangat memberikan dukungan kepada teman-temannya yang ikut praktik.
Tak hanya itu, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan Damkar, mulai dari selang, baju pelindung, hingga mobil Damkar yang terparkir di halaman sekolah. Banyak siswa tampak kagum dan antusias, bahkan berebut untuk melihat lebih dekat bagian dalam mobil pemadam tersebut.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para siswa. Salah satunya yakni seorang siswi dari kelas 4B, Savina yang mengaku sangat senang bisa belajar langsung dari petugas .
“Ternyata menjadi petugas Damkar itu tidak mudah, harus berani dan sigap. Saya jadi tahu bagaimana cara memadamkan api. Dulu saya takut kalau melihat api besar, sekarang lebih berani karena sudah tahu caranya,” ungkapnya penuh semangat.
Syaifudin Zuhri berharap kegiatan Guest Teacher semacam ini dapat terus berlanjut dengan menghadirkan berbagai profesi lain sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar nyata yang mampu menumbuhkan motivasi, memperkaya pengetahuan, serta meningkatkan rasa percaya diri.
“Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak untuk lebih berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menumbuhkan rasa hormat kepada para pahlawan tanpa tanda jasa, seperti petugas Damkar,” harapnya.
Melalui kegiatan “Damkar Goes to School: Padamkan Api, Nyalakan Semangatku di Sekolah Hebat SD Muhdelta”, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga pengalaman berharga yang menumbuhkan semangat keberanian dan kepedulian.
Acara ini sekaligus menjadi bukti bahwa pembelajaran di sekolah dapat dikemas secara kreatif, menyenangkan, dan inspiratif. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments