SD Muhammadiyah 8 Tulangan, Sidoarjo (Muhdelta) sukses melaksanakan kegiatan Sumatif Tengah Semester (STS) 2 berbasis proyek bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6 yang berlangsung pada Senin-Rabu (2-11/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kreatif, dan berpusat pada siswa.
Berbeda dengan pelaksanaan sumatif pada umumnya yang identik dengan ujian tertulis, STS 2 di SD Muhdelta mengusung konsep Project-Based Learning (PjBL). Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya dinilai dari aspek kognitif, tetapi juga dari keterampilan, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta kemampuan dalam memecahkan masalah.
Kepala SD Muhdelta, Muhammad Saifudin Zuhri, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan sumatif berbasis proyek bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi siswa.
Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam bentuk karya nyata.
“Melalui proyek ini, anak-anak belajar bertanggung jawab, bekerja sama, serta membangun kepercayaan diri saat mempresentasikan hasil karyanya,” ujarnya.
Setiap jenjang kelas mengerjakan proyek yang disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan kompetensi masing-masing. Siswa kelas 1 dan 2 mengerjakan proyek sederhana, seperti membuat poster hidup sehat, kolase bertema lingkungan bersih, serta praktik berhitung melalui permainan edukatif.
Kegiatan ini dirancang untuk melatih keterampilan motorik halus sekaligus memperkuat pemahaman konsep dasar.
Sementara itu, siswa kelas 3 dan 4 mengerjakan proyek yang lebih kompleks, seperti menyusun laporan pengamatan pertumbuhan tanaman, merancang miniatur bangunan ramah lingkungan, serta membuat cerita bergambar bertema keberagaman.
Dalam prosesnya, siswa diajak melakukan observasi, mencatat hasil pengamatan, hingga mempresentasikan temuan mereka di depan kelas.
Adapun siswa kelas 5 dan 6 mengerjakan proyek berbasis riset sederhana. Mereka melakukan survei kecil mengenai kebiasaan hemat energi di rumah, membuat karya inovatif dari barang bekas, serta menyusun laporan tertulis yang dilengkapi dengan data dan kesimpulan.
Beberapa kelompok juga mempresentasikan hasil proyek menggunakan media digital, yang menunjukkan semakin berkembangnya kemampuan literasi teknologi siswa.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa selama proses pengerjaan proyek. Penilaian pun dilakukan secara komprehensif, meliputi aspek perencanaan, proses, hasil karya, serta kemampuan siswa dalam mempresentasikan proyek mereka.
Orang tua siswa turut memberikan apresiasi terhadap model sumatif ini. Mereka menilai pendekatan berbasis proyek mampu meningkatkan semangat belajar anak karena memberikan tantangan untuk menghasilkan karya terbaik.
Selain itu, komunikasi antara sekolah dan orang tua juga terjalin dengan baik melalui dokumentasi kegiatan serta pameran hasil proyek yang diselenggarakan pada akhir kegiatan.
Pada hari terakhir pelaksanaan, sekolah mengadakan sesi pameran karya yang menampilkan berbagai hasil proyek siswa dari seluruh jenjang. Suasana penuh kebanggaan tampak ketika para siswa menjelaskan hasil karya mereka kepada guru dan teman-temannya.
Dengan terlaksananya STS 2 berbasis proyek ini, SD Muhdelta berharap dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa evaluasi pembelajaran dapat dilakukan secara menyenangkan tanpa mengurangi esensi penilaian akademik. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments