Kebanggaan menyelimuti keluarga besar SD Muhammadiyah 2 Krian (SD Mukrida). Ini setelah tim Semaphore mereka berhasil meraih Juara Harapan 3 dalam ajang Hizbul Wathan Fastabiqul Khairat Camp 2025 di Wana Wisata Dlundung, Mojokerto.
Meski kegiatan telah berlangsung pada 19–20 November lalu, semangat dan cerita perjuangan para siswa masih terasa kuat hingga kini.
Salah satu peserta, Abdillah Ash Shobri, mengaku sangat bangga saat mendengar nama sekolah diumumkan sebagai pemenang.
“Saya nggak nyangka bisa juara. Rasanya senang banget karena latihan kami selama ini tidak sia-sia,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Di balik pencapaian itu, perjalanan tim bukanlah proses yang singkat. Sejak beberapa minggu sebelum lomba, siswa-siswi berlatih sepulang sekolah, mengulang gerakan, memperbaiki sinyal, dan belajar kompak satu sama lain. Proses inilah yang paling berkesan bagi sang pelatih, Lucky Fortuna Dewi.
Dalam wawancara, Lucky mengungkapkan bahwa momen kemenangan tersebut memunculkan perasaan campur aduk.
“Saya sangat terharu, bangga, dan bersyukur. Saat nama sekolah disebut, yang terlintas bukan piala atau podium, tapi wajah anak-anak yang dulu masih malu, bingung, dan sering salah. Kini mereka berdiri tegak dengan senyum paling gagah,” tuturnya.
Lucky melihat perubahan besar pada para peserta, bukan hanya dalam kemampuan teknis tetapi juga karakter.
“Perubahan paling terasa ada pada sikap mereka. Dari yang dulu takut salah menjadi lebih berani mencoba. Dari yang mudah menyerah menjadi paling rajin berlatih. Mereka belajar saling menguatkan. Mereka bukan hanya belajar untuk menang, tapi melampaui batas dirinya sendiri,” jelasnya.
Menurutnya, kunci keberhasilan tim ini terletak pada ketulusan, kebersamaan, serta dukungan orang tua dan sekolah.
“Anak-anak berlatih bukan untuk terlihat keren, tapi untuk membahagiakan teman seperjuangan, orang tua, dan sekolah. Mereka menahan lelah, saling menyemangati, dan merayakan kemajuan sekecil apa pun,” tambahnya.
Lucky juga menegaskan bahwa proses latihan merupakan pondasi yang membuat mereka layak menjadi juara.
“Keringat, jatuh bangun, tawa bahkan air mata. Itu semua bagian dari kekuatan mereka. Di situlah mereka belajar bahwa kemenangan bukan hadiah instan, tapi hasil dari perjuangan setiap hari,” tuturnya dengan bangga.
Pada hari lomba, dia menyaksikan penampilan terbaik timnya sejauh ini. “Mereka tampil dengan kompak dan percaya diri. Itu momen yang membuat saya yakin mereka sudah menjadi tim yang benar-benar menggenggam satu sama lain,” katanya.
Bagi Abdillah dan teman-temannya, pengalaman HW Camp tahun ini bukan hanya tentang piala, melainkan perjalanan yang mempererat kebersamaan dan membangun kepercayaan diri.
Kenangan tidur di tenda, latihan di alam terbuka, hingga persaingan yang menantang, semuanya menjadi bagian dari cerita berharga yang akan dikenang.
Prestasi Juara Harapan 3 menjadi bukti bahwa siswa SD Mukrida mampu bersaing dan berkembang, serta semakin siap menghadapi kompetisi berikutnya dengan semangat yang lebih kuat.
Penulis:






0 Tanggapan
Empty Comments