Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Mumtaz Ajak 224 Siswa Kelas Lima Eksplorasi Maritim dan Antariksa di Surabaya

Iklan Landscape Smamda
SD Mumtaz Ajak 224 Siswa Kelas Lima Eksplorasi Maritim dan Antariksa di Surabaya
Para siswa SD Mumtaz foto bersama di Monjaya. Foto: Irsyad Galuh Wisanggeni/PWMU.CO.
pwmu.co -

Lautan seragam oranye memenuhi halaman SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz) Sidoarjo pada Rabu (5/11/2025). Sebanyak 224 siswa kelas lima tampak antusias menanti petualangan mereka dalam Kegiatan Luar Sekolah (KLS).

Empat bus pariwisata telah bersiap mengantarkan mereka menjelajahi dua dunia yang berbeda, yaitu kekuatan maritim dan keagungan langit.

Guru pendamping, Raafi Allen Kurniawan, S.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar jalan-jalan.

“Tujuannya jelas, bukan hanya melihat, tetapi menghidupkan buku pelajaran di depan mata mereka,” ujarnya sebelum keberangkatan.

Destinasi pertama adalah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) di Surabaya. Setibanya di dermaga, para siswa disambut oleh aroma khas laut yang berpadu dengan bau besi dan minyak.

Pandangan mereka langsung tertuju pada lambung kapal perang yang tampak gagah. Mata-mata kecil itu membesar kagum melihat deretan meriam dan kerumitan peralatan di atas kapal.

Seorang siswa tampak penasaran saat mengintip bilik perwira.

“Ini tempat tidur tentara ya, Pak? Kecil sekali, tapi rapi banget,” tanyanya.

Perjalanan kemudian berlanjut ke Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) di Surabaya. Di bawah patung panglima yang menjulang tinggi, para guru bercerita tentang sejarah kejayaan maritim.

Warna oranye seragam mereka yang mencolok di antara biru dan abu-abu armada militer tampak seperti simbol energi baru bagi masa depan bahari Indonesia.

Dari dunia besi yang keras dan bising, perjalanan berlanjut ke Planetarium di Surabaya yang gelap dan hening. Ratusan pasang mata yang semula silau perlahan menyesuaikan diri dengan kegelapan total.

Keajaiban pun dimulai. Proyektor menyala, menampilkan ribuan bintang, galaksi, dan planet yang berputar di atas kepala. Ruangan yang semula riuh mendadak sunyi. Semua terpaku pada pemandangan kosmik yang menakjubkan.

Salah satu siswa kelas 5 SD Mumtaz, Ilham, dengan suara pelan menyampaikan kekagumannya dan bertanya apakah manusia benar-benar sekecil itu jika dilihat dari luar angkasa.

“Bagus sekali, Pak. Apa kita benar-benar sekecil itu kalau dilihat dari sana?,” ungkapnya.

Raafi Allen mengangguk sambil tersenyum dan mengatakan bahwa keindahan alam semesta terletak pada luasnya pengetahuan yang tak terhitung.

“Itulah indahnya alam semesta. Luasnya pengetahuan ini seperti bintang yang tak terhitung. Kita harus terus mencari dan belajar,” jelasnya lembut.

Pukul 15.00 WIB, rombongan kembali ke Sepanjang, Sidoarjo. Mereka pulang dengan mata yang lebih berbinar dan pikiran yang lebih luas.

Seragam oranye yang basah oleh keringat dan masih menyisakan aroma laut menjadi bukti nyata bahwa SD Mumtaz telah menghadirkan pembelajaran bermakna yang melibatkan seluruh indra para peserta didik. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu