Suasana riuh dan penuh semangat mewarnai hari ketiga kegiatan Classmate di SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman Sidoarjo (SD MUMTAZ), Rabu (9/12/2025). Sekolah ini menggelar Lomba Traditional Song yang diikuti antusias seluruh siswa kelas I hingga VI. Lomba ini bertujuan melestarikan lagu-lagu tradisional yang sarat kearifan lokal dan semakin jarang dinyanyikan generasi muda.
Beragam lagu daerah dari berbagai daerah di Nusantara dibawakan merdu dan ekspresif oleh para peserta. Di antaranya Cublak-Cublak Suweng dari Jawa Tengah yang sarat nilai kebersamaan, Rek Ayo Rek khas Surabaya dengan semangat gotong royong, Apuse dari Papua yang bertema ikatan kekerabatan, Manuk Dadali dari Jawa Barat sebagai simbol keberanian, hingga Ramko Rambe Yamko dari Papua yang penuh semangat perjuangan.
Setiap penampilan mendapat apresiasi dari juri dan penonton. Yang membuat lomba semakin menarik, para peserta tidak hanya menyanyi, tetapi juga menampilkan gerakan atau koreografi sederhana untuk memperkuat makna lagu.
Beberapa dari mereka mengenakan busana tradisional atau membawa properti yang mewakili daerah asal lagu sehingga penampilan terlihat lebih kompak, kreatif, dan penuh warna.
“Alhamdulillah, antusiasme anak-anak luar biasa. Mereka tidak hanya menghafal lagu, tetapi juga berusaha memahami nilai luhur dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya. Ini sesuai dengan tujuan kami, yakni menanamkan kecintaan pada warisan budaya sejak dini,” ujar Tri Utami, S.Pd., penanggung jawab kegiatan.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini merupakan bagian dari pendidikan karakter untuk membentuk identitas kebangsaan di tengah arus globalisasi. “Melalui lagu, anak-anak belajar nilai kehidupan, hubungan dengan alam, dan norma sosial yang diwariskan leluhur secara menyenangkan.”
Salah satu peserta, Aiyra dari kelas 4G, bercerita dengan ceria. “Lombanya seru banget! Aku belajar lagu daerah yang keren-keren, seperti Cublak-Cublak Suweng, Padang Bulan, dan Sluku-sluku Batok. Jadi tahu kalau Indonesia punya banyak lagu daerah yang indah dan penuh pesan baik, seperti tidak serakah dan pentingnya kebersamaan,” ujarnya.
Ketua pelaksana, Adam Yordan, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya lomba ini. Ia menekankan bahwa kekayaan budaya bukan hanya keindahan seni, tetapi juga kearifan yang menjadi panduan hidup.
“Setiap syair dan melodi lagu tradisional adalah repositori kearifan lokal. Melalui lomba ini, kami berharap siswa tidak hanya unggul akademik, tetapi juga tumbuh sebagai generasi yang mencintai dan menjaga nilai budaya Indonesia,” jelasnya.
Lomba Traditional Song ini ditutup dengan pengumuman pemenang dari tiap jenjang kelas. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini berhasil menumbuhkan kecintaan pada budaya lokal, menghidupkan kembali nilai luhur dalam lagu tradisional, serta menciptakan kenangan indah tentang kekayaan Nusantara bagi ratusan siswa SD MUMTAZ. Semoga kegiatan serupa terus berlanjut dan menginspirasi sekolah lain dalam menjaga warisan budaya bangsa.






0 Tanggapan
Empty Comments