
PWMU.CO – SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, yang dikenal sebagai SD Mumtaz, menyelenggarakan Tasmi’ Hifdzil Al-Quran ke-2 pada Sabtu (19/4/2025).
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diadakan di Aula SD Muhammadiyah 1 Taman, Jalan Raya Taman 269, Sidoarjo, dan juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube SD Muhammadiyah Sepanjang.
Dalam sambutannya, Kepala SD Mumtaz, Rahadian Arif Rahman SS MAP menyampaikan bahwa kegiatan Tasmi’ ini adalah bentuk kolaborasi pendidikan antara sekolah dan orang tua dalam memberikan pendidikan terbaik.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada tiga siswa peserta tasmi’, serta menyampaikan terima kasih kepada para orang tua, guru BTQ, dan Tajdied Center selaku dewan penguji.

Tiga siswa yang mengikuti tasmi’ kali ini adalah:
- Muhammad Arkan Musyaffa (kelas 3G): Hafalan 4 juz, tasmi’ juz 2
- Queenera Sayyidatan Nisa’ (kelas 5H): Hafalan 7 juz, tasmi’ juz 5
- Kalyla Sashikirana Hariawan (kelas 6A): Hafalan 4 juz, tasmi’ juz 1
Mereka merupakan siswa-siswi luar biasa yang berhasil menambah hafalan lebih dari satu juz hanya dalam waktu satu tahun.
Selain Tasmi’, mereka juga akan mengikuti ujian Ikhtibar pada Senin–Jumat (21–25/4/2025), dengan rincian: Arkan (juz 29), Queenera (juz 3 & 4), dan Kalyla (juz 2).
Koordinator BTQ SD Mumtaz, Muhammad Nabil Lubby, menjelaskan bahwa Tasmi’ ini merupakan bagian dari program Ujian Tahfidh SD Mumtaz yang terdiri dari dua tahap, Tasmi’ dan Ikhtibar.
Sebelumnya, Tasmi’ pertama telah dilaksanakan pada 17–18 Maret 2025 saat bulan Ramadan.
Salah satu penguji utama dalam Tasmi’ ini adalah Taufiqur Rasyid dari Tajdied Center, mitra SD Mumtaz dalam pembinaan tahfidh dan penguatan bacaan sesuai kaidah tajwid.
Beliau memberikan evaluasi mendalam kepada peserta, meliputi hafalan, tajwid, makharijul huruf, fasohah, dan adab.

Acara ini juga dihadiri tokoh-tokoh penting yang memberikan dukungan dan apresiasi, antara lain PCM Sepanjang, Fauzi Kurniawan SH, Kasi PAIS Kemenag Sidoarjo yang diwakili Sulaichan, dan Pengawas PAI Kecamatan Taman, Siti Aisyah MPd.
Dalam sambutannya, Sulaichan mengapresiasi ketiga siswa yang tampil percaya diri. “Walaupun sempat lupa, mereka mampu memperbaiki sendiri dengan baik. Ini bukti bahwa hafalan mereka benar-benar meresap,” ujarnya.
Ia berharap para siswa terus memperbaiki bacaan dan melanjutkan hafalannya hingga 30 juz.
Sementara itu, Siti Aisyah memotivasi siswa agar tidak hanya menghafal, tapi juga memahami dan mengamalkan makna al-Quran dalam kehidupan sehari-hari. “Menjadi generasi yang berakhlak mulia adalah tujuan dari pendidikan al-Quran yang sesungguhnya,” tuturnya.
Ia juga memberikan hadiah uang saku sebagai bentuk penghargaan. Sebagai bentuk apresiasi, ketiga siswa juga menerima reward dari sekolah atas usaha dan keberanian mereka memperdengarkan hafalannya di depan para mustami’.
SD Mumtaz berharap kegiatan seperti ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk semakin mencintai dan menjaga hafalan al-Quran.
Sekolah juga terus berkomitmen menciptakan lingkungan yang mendukung lahirnya generasi penghafal Quran sejak usia dini.(*)
Penulis Nida Balqis Darajat Editor Zahrah Khairani Karim






0 Tanggapan
Empty Comments