
PWMU.CO – SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman, Sidoarjo (SD Mumtaz) turut berpartisipasi dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman program Tahfidz Quran bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo pada Jumat (16/5/2025) di Aula Al-Ikhlas I, Kantor Kemenag Sidoarjo, Jalan Monginsidi Nomor 3.
Sebanyak 37 sekolah umum dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK di Kabupaten Sidoarjo turut menjadi bagian dari kerja sama penting ini, yang terdiri atas 7 SD, 3 SMP, dan 27 SMA/SMK.
Penandatanganan dilakukan secara langsung oleh Kepala SD Muhammadiyah 1 Taman, Rahadian Arif Rahman SS MAP, dan Kepala SD Muhammadiyah 2 Taman, Fatchul Mubarok SThI MPd, bersama dengan Kepala Kantor Kementerian Agama Sidoarjo, Drs Mufi Imron Rosyadi MEI.
Program ini bertujuan untuk memperkuat mutu hafalan al-Quran siswa SD Mumtaz melalui sistem penilaian yang lebih terstruktur serta sertifikasi yang diakui secara resmi. Mulai dari tahap pendaftaran hingga penerbitan sertifikat tahfidz, seluruh proses akan dilakukan melalui aplikasi resmi Kemenag, SIMBAHQU (Sistem Informasi Berbasis al-Quran).
“MoU ini diharapkan dapat memberikan motivasi yang lebih besar bagi siswa untuk menghafal dan menjaga hafalan al-Quran mereka, sekaligus menjadi bekal berharga untuk masa depan, baik dalam jalur beasiswa maupun prestasi sekolah,” ungkap Fatchul Mubarok.
Melalui kerja sama ini, pengujian hafalan untuk jenjang SMA juga akan melibatkan pondok pesantren tahfidz terbaik di Sidoarjo, sehingga kualitas hafalan siswa menjadi lebih terjamin dan kredibel.
Tangis Haru Kepala Kemenag
Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan dari Kasi PAIS Kemenag Sidoarjo, Imam Mukhozali MM.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan ada sebanyak 111 sekolah yang mengikuti program tahfidz, dengan total 1.887 siswa penghafal al-Quran, di mana 830 di antaranya telah menyelesaikan hafalan Juz 30.
Sementara itu, Mufi Imron, dalam sambutannya tak kuasa menahan haru. Ia mengungkapkan rasa bangga sekaligus harapan besar akan lahirnya generasi penghafal al-Quran dari Kabupaten Sidoarjo.
“Saya pribadi sangat ingin memiliki anak yang menjadi hafidz. Melihat antusiasme sekolah-sekolah hari ini, saya merasa sangat bangga. Sidoarjo menjadi satu-satunya kabupaten yang menjalin MoU program tahfidz dengan sekolah-sekolah umum. Ini adalah sejarah baru!,” ujarnya dengan penuh haru.
Konsistensi SD Mumtaz dalam Mencetak Hafidz-Hafidzah
Kaur Bidang AIK SD Mumtaz, Rachmawati SPd yang turut serta dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa program tahfidz di SD Mumtaz bukanlah hal baru.
“Tahun ini sudah memasuki tahun ke-9, setelah sukses mewisuda ratusan hafidz dan hafidzah sejak pertama kali dijalankan pada Tahun Ajaran 2016-2017. Selama ini, proses ujian hafalan dilakukan oleh Tim Tajdied Center Jawa Timur,” jelasnya.
Rachmawati juga menambahkan bahwa kolaborasi dengan Kemenag ini akan semakin memperkuat budaya religius di lingkungan sekolah.
“Kami tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa melalui al-Quran. Inilah ciri khas Mumtaz,” tegasnya.

Sementara itu, Imam Mukhozali, juga menegaskan pentingnya menjaga hafalan agar tidak hilang.
“Harus ada murajaah secara terus-menerus. Sekolah harus menjadi tempat yang menanamkan budaya cinta al-Quran melalui program seperti School Religious Culture (SRC),” pesannya.
Kerja sama ini menjadi tonggak penting bagi SD Mumtaz dan seluruh sekolah peserta MoU dalam mencetak generasi Qurani yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual.
MoU ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah nyata dalam membangun generasi penghafal al-Quran yang unggul, kredibel, dan penuh berkah. (*)
Penulis Eli Mahmudah Editor Ni’matul Faizah





0 Tanggapan
Empty Comments