PWMU.CO – SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman (SD Mumtaz) menjadi salah satu dari 23 sekolah Muhammadiyah unggulan di Jawa Timur yang diundang mengikuti Workshop & School Leaders Immersion Program bersama Marshall Cavendish Education, Singapura, pada (4–7/8/2025).
Kegiatan ini merupakan kerja sama Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dengan Marshall Cavendish Education, anak perusahaan Times Publishing Group yang menjadi bagian dari Fraser & Neave Group di bawah kepemilikan ThaiBev, perusahaan multinasional asal Thailand.
Selama empat hari, para kepala sekolah SD, SMP, SMA, serta perwakilan Majelis Dikdasmen PCM dan PWM Jawa Timur mengikuti sesi pelatihan untuk mempersiapkan integrasi kecerdasan buatan (AI) dalam kurikulum pendidikan Muhammadiyah. Salah satu materi utama adalah pengenalan program AI Scribo Literasi, teknologi yang digunakan untuk mendeteksi dan memperdalam pemahaman siswa terhadap konsep pelajaran.
SD Mumtaz diwakili Kepala SD Muhammadiyah 1 Taman, Rahadian Arif Rahman, SS MAP, dan Kepala SD Muhammadiyah 2 Taman, Fatchul Mubarok SThI MPd. Turut hadir jajaran Majelis Dikdasmen PCM Sepanjang dan PWM Jawa Timur, termasuk Wakil Bendahara PWM, H Fityan Izza Nor Abidin SE MAK.
Trainer Marshall Cavendish Education, Abu Bakar Bin Farid BSc MEd, dan Tri Turturi Meswari MBA, menjelaskan bahwa penggunaan AI di sekolah sejalan dengan konsep deep learning yang menekankan pemahaman esensial, bukan sekadar hafalan.
“AI tidak hanya sekadar teknologi bantu, tapi alat strategis untuk melihat sejauh mana siswa benar-benar memahami apa yang mereka pelajari,” kata Tri Turturi usai pelatihan hari terakhir, Kamis (7/8/2025).
Selain pelatihan, peserta juga mengunjungi Lotus Bridge Elementary School di Singapura untuk melihat langsung penerapan AI dalam pembelajaran sehari-hari.
Perwakilan Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Timur, Dr Mas’ula, menyampaikan bahwa program ini akan dilanjutkan dengan pendampingan selama tiga bulan pertama oleh tim Marshall Cavendish Education.
“Kami ingin memastikan para guru justru terbantu, bukan terbebani. AI harus menjadi sahabat mereka dalam mendesain pembelajaran masa depan,” ujarnya.
Dengan keikutsertaan dalam program ini, SD Mumtaz mempersiapkan diri menjadi sekolah percontohan penerapan AI di lingkungan pendidikan Muhammadiyah Indonesia, khususnya di Jawa Timur. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments