Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Mumtaz Tanamkan Nilai Ekologi melalui Proyek Kompos Limbah Organik

Iklan Landscape Smamda
SD Mumtaz Tanamkan Nilai Ekologi melalui Proyek Kompos Limbah Organik
Kegiatan siswa siswi kelas 5 tengah memilah daun untuk pembuatan pupuk compos (Inggit Ferredika/PWMU)
pwmu.co -

Dalam upaya mengembangkan kreativitas dan pemahaman saintifik melalui proyek STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics), siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 1&2 Taman (SD Mumtaz) membuat proyek STEM yang mengambil tema “Pemanfaatan Limbah Organik Menjadi Kompos”.

Proyek yang berlangsung selama sembilan hari, di mulai dari tanggal 12 hingga 20 Januari 2026 ini, dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta didik dalam mengelola lingkungan.

Pada fase pengenalan, para siswa diajarkan untuk mengidentifikasi berbagai bahan organik yang dapat diolah menjadi pupuk, seperti daun kering, kulit buah, dan sisa sayuran. Mereka juga memahami jenis bahan yang harus dihindari, seperti nasi dan tulang.

Tak hanya teori, kegiatan diawali dengan aksi nyata. Para siswa melakukan observasi di sekitar lingkungan sekolah untuk memilah dan mengumpulkan sampah daun sebagai bahan baku utama kompos. Langkah ini mengajarkan kesadaran untuk melihat potensi dari benda-benda yang sering dianggap tak berguna.

“Menurut pendapat saya sebagi guru open class kelas 5, secara keseluruhan, pembelajaran STEM sangat relevan untuk menyiapkan generasi yang tidak cuma jadi konsumen teknologi, tapi juga pencipta (creator). Fokusnya bukan lagi, apa yang kamu tahu, tetapi apa yang bisa kamu lakukan dengan apa yang kamu tahu” ucap Vina Maghfiroh, S.Pd.

Pembuatan Kompos

Proyek ini dirancang secara integratif, menggabungkan ilmu pengetahuan dengan kesadaran lingkungan. Siswa tidak hanya belajar praktik pembuatan kompos, tetapi juga dikenalkan dengan konsep gas metana yang dihasilkan dari pembusukan sampah organik di tempat pembuangan akhir. Pemahaman ini kemudian dirangkum kembali oleh siswa siswi Kelas 5 yang dibuat dalam bentuk poster The Biggest Tree Project.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Melalui poster tersebut, mereka mengeksplorasi alternatif solusi permasalahan sampah, mendesain proses pengelolaan limbah organik, serta menuangkan hasil pengamatan mereka selama proyek berlangsung. Hasil akhir dari proses belajar ini dipresentasikan di depan kelas, melatih kemampuan komunikasi dan mengkristalkan pemahaman mereka.

“Untuk kedepannya peserta didik tidak hanya sekadar bisa membuat pupuk, tetapi benar-benar memiliki jiwa cinta lingkungan yang kuat dan mampu menerapkan ilmu pengomposan ini secara konsisten di lingkungan rumah masing-masing, dan juga peserta didik memahami bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari sesuatu yang baru dan bermanfaat, sehingga gaya hidup zero waste bisa menjadi budaya bagi mereka,” ucap vina Maghfiroh, S.Pd.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah pengetahuan akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kelestarian lingkungan dan jiwa inovasi sejak dini, mencetak generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bertanggung jawab terhadap bumi. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu