
Suasana pelatihan metode membaca Al-Qur’an Tajdied 10 guru BTQ SD Mumtaz pada Selasa-Kamis (10-12/07/2025). (Nida Balqis Drajat/PWMU.CO).
PWMU.CO – Sebanyak 10 guru Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dari SD Muhammadiyah 1 dan 2 Taman (SD Mumtaz) mengikuti pelatihan metode membaca Al-Qur’an Tajdied.
Adapun, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yaitu pada Selasa-Kamis (10–12/07/2025). Pelatihan ini terlaksana di Gedung Muhammadiyah Business Center, Jl. Ahmad Yani Frontage Road No. 151, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya.
Lebih lanjut, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas pengajaran BTQ melalui penguasaan metode Tajdid. Sebuah pendekatan inovatif yang terancang untuk menyederhanakan proses belajar membaca Al-Qur’an bagi siswa.
Pendekatan SAS Dan Mnemonic
Dalam pelatihan ini, para guru dibekali dengan pendekatan Struktural-Analitik-Sintetik (SAS) dan teknik Mnemonic. Pendekatan ini bertujuan menjadikan pembelajaran membaca Al-Qur’an lebih menyenangkan, efektif, dan mudah dipahami.
SAS membantu siswa memecah unsur-unsur bacaan Al-Qur’an secara struktural. Sementara Mnemonic memanfaatkan daya ingat visual dan verbal untuk mempercepat penguasaan huruf hijaiyah dan hukum tajwid.
Dengan pendekatan yang sistematis dan menyenangkan ini, siswa lebih cepat memahami dan menguasai bacaan Al-Qur’an. Metode Tajdied juga memiliki target yang jelas dalam pembelajaran, seperti capaian hafalan juz tertentu. Sehingga proses belajar menjadi terukur dan terarah.
Menariknya, metode ini tidak hanya cocok untuk anak-anak. Tetapi juga efektif diterapkan pada orang dewasa karena fokus utamanya pada kemudahan, kesederhanaan, dan keberlanjutan.
Selain itu, Metode Tajdied terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Termasuk dalam desain pembelajaran BTQ di sekolah, khususnya di lingkungan SD Mumtaz.
Komitmen Penuh dari Pimpinan Sekolah
Kepala SD Muhammadiyah 1 Taman, Rahardian Arif Rahman SS MAp menyampaikan bahwa pelatihan ini sangat penting sebagai investasi jangka panjang dalam pembinaan karakter Islami siswa.
“Ke depannya, adanya pelatihan ini akan membuat kegiatan mengaji di SD Mumtaz semakin banyak menghasilkan siswa-siswi yang mencintai Al-Qur’an sejak kecil” ujar Rahardian.
“Hal ini penting sebagai pondasi karakter Qur’ani yang akan membentuk pribadi unggul dan berakhlak mulia” ucapnya.
Di sisi lain, Kepala SD Muhammadiyah 2 Taman, Fatkhul Mubarok SThI MPd menambahkan bahwa kualitas guru adalah kunci dari keberhasilan pembelajaran Al-Qur’an di sekolah.
“Ini adalah langkah yang baik untuk meningkatkan skill dan kualitas guru mengaji, agar bisa mendidik siswa-siswi SD Mumtaz yang tidak hanya maju dalam bacaan Al-Quran. Tetapi juga memiliki adab, semangat ibadah, dan karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Islam” ucap Fatkhul.
Visi Pendidikan Qurani Berkelanjutan
Wakil Kepala Bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan SD Muhammadiyah 1 & 2 Taman, Amrozi SFil MPd turut menegaskan pentingnya pelatihan ini sebagai bagian dari visi besar pendidikan Islam di SD Mumtaz.
“Adanya pelatihan untuk guru BTQ ini menjadikan kualitas guru semakin terstandar, profesional, dan mampu mengajar secara efektif” tegasnya.
“Hal ini nantinya dapat mencetak siswa-siswi SD Mumtaz yang tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Tetapi juga mampu mengamalkan isinya dalam kehidupan sehari-hari” tambah Amrozi.
Dengan kegiatan ini, lanjut Amrozi, pihaknya optimis bahwa program-program kedepannya akan lebih baik lagi. “Program-program pembinaan keislaman di SD Mumtaz akan terus ditingkatkan demi mewujudkan generasi Qur’ani yang unggul dalam akhlak, ilmu, dan amal” terangnya.
Dengan semangat Tajdied, SD Mumtaz terus berinovasi dalam pembelajaran BTQ agar selaras dengan kebutuhan zaman. Tentunya, tanpa menghilangkan substansi nilai-nilai Al-Qur’an yang menjadi landasan utama dalam membentuk karakter siswa.
Penulis Nida Balqis Drajat, Editor Danar Trivasya Fikri






0 Tanggapan
Empty Comments