Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Mupat Gandeng BNN dan UMM Wujudkan Sekolah Ramah Anak Tanpa Narkoba

Iklan Landscape Smamda
SD Mupat Gandeng BNN dan UMM Wujudkan Sekolah Ramah Anak Tanpa Narkoba
Kegiatan sosialisasi tentang bahaya narkoba, serta teknik deteksi dini penyalahgunaan zat adiktif (Retno Wulandari/PWMU.CO)
pwmu.co -

Dalam rangka menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari narkoba, SD Muhammadiyah 4 Kota Malang (SD Mupat) bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Fakultas Pendidikan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengadakan sosialisasi bahaya narkoba serta pelatihan teknik deteksi dini penyalahgunaan zat adiktif pada anak-anak, Senin-Selasa (11-12/8/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat konsep Sekolah Ramah Anak (SRA) sekaligus memberikan edukasi tentang pencegahan penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.

Sementara itu, Fakultas Pendidikan UMM berkontribusi dalam penguatan pendekatan psikologis dan pedagogis untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif serta mendukung tumbuh kembang anak.

Salah satu dosen Fakultas Pendidikan UMM, Dr Beti Istanti Suwandayani MPd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa mereka ingin sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang melindungi anak dari ancaman narkoba dan kekerasan.

“Kami ingin sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga menjadi ruang yang melindungi anak dari ancaman narkoba dan kekerasan,” ujarnya.

Konsep SRA yang diusung dalam program ini menekankan penghargaan terhadap hak-hak anak, termasuk perlindungan dari diskriminasi, perundungan (bullying), dan eksploitasi.

Beberapa langkah konkret yang diimplementasikan antara lain:

  • Peningkatan pengawasan

Sekolah bekerja sama dengan BNN dan orang tua untuk memantau lingkungan sekitar sekolah.

  • Edukasi holistik

Siswa dibekali pengetahuan tentang kesehatan mental, bahaya narkoba, dan cara membangun relasi positif.

  • Pelatihan guru

Tenaga pendidik mendapatkan pelatihan untuk mengidentifikasi siswa berisiko dan memberikan pendampingan yang tepat.

Tim BNN Kota Malang, yang diwakili oleh Anton dan Lukman, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di kalangan pelajar.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Kami tidak ingin masa depan mereka hancur karena narkoba,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SD Mupat, Hana Ayunda, mengapresiasi kolaborasi ini dan berharap dapat dijadikan agenda rutin sekolah.

“Kami mendorong seluruh warga sekolah untuk menerapkan prinsip ramah anak dan bebas narkoba,” tuturnya.

Kegiatan yang dikemas secara menyenangkan dan interaktif membuat para siswa mengikuti rangkaian acara ini dengan penuh semangat.

Salah satu siswa kelas 5D, Zayyan, menyatakan bahwa ia sekarang sudah tahu dan belajar bahwa narkoba dapat merusak tubuh dan otak.

“Aku sekarang jadi tahu dan belajar bahwa narkoba dapat merusak tubuh dan otak kita,” ungkapnya

Tak kalah bersemangat, Kayla menambahkan, “Kalau ada yang menawari narkoba… cuekin saja!.”

Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada serangkaian kegiatan, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk orang tua dan masyarakat.

Dengan sinergi antara sekolah, BNN, dan akademisi, diharapkan tercipta ekosistem pendidikan yang lebih sehat dan berkualitas bagi anak-anak Indonesia. (*)

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu