Iklan Mudipat Landscape
Iklan Mudipat Mobile

SD Musix Kenalkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja lewat Program Orang Tua Mengajar

Iklan Landscape Smamda
SD Musix Kenalkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja lewat Program Orang Tua Mengajar
Dimas Arie Noviyanto, S.ST., saat menjelaskan manfaat pakaian APD pada program Orang Tua Mengajar di SD Musix. Foto Basirun/PWMU.CO.
pwmu.co -

Konsep keselamatan tidak hanya penting di tempat kerja, tetapi juga dalam setiap aktivitas kehidupan. Hal ini dibahas dalam program Orang Tua Mengajar (OTM) di SD Muhammadiyah 6 Gadung (SD Musix) Surabaya pada Kamis (16/10/2025).

Suasana kelas 1-C (ICP) tampak meriah saat kedatangan tiga tamu berseragam katelpak merah dan satu berwarna biru. Kedatangan mereka bukan untuk mengantarkan putranya, melainkan menjadi guru tamu bagi siswa kelas tersebut.

Mereka adalah orang tua dari Alby Addin Abdullah, Dimas Arie Noviyanto, S.ST., serta paman dari Addin, Agus Dwi Wahyu dan Ilyasa. Dari ketiga tamu istimewa tersebut, Dimas tampak paling mencuri perhatian karena penampilannya yang berbeda dari yang lain.

Salah satu siswa pun berseru bahwa rambut ayah Addin gondrong, yang kemudian disambut tawa meriah seluruh siswa. Menanggapi hal itu, Dimas tersenyum dan mengatakan bahwa ia belum sempat memotong rambutnya dan berencana akan memotongnya bersama Addin.

Dalam kegiatan tersebut, Dimas berusaha mengajak siswa berinteraksi, meski sempat mengalami kesulitan karena antusiasme anak-anak yang tinggi. Dengan bantuan wali kelas, Rizki Handayani, suasana akhirnya dapat dikondisikan.

Setelah itu, Dimas menawarkan kepada para siswa apakah mereka ingin menonton video atau mendengarkan cerita terlebih dahulu. Serempak, para siswa menjawab bahwa mereka ingin menonton video terlebih dahulu.

Tayangan dalam video tersebut menceritakan tentang jerih payah para petugas di lepas pantai yang tengah mengebor minyak bumi. Anak-anak tampak sangat menikmati alur ceritanya. Para pekerja dalam video terlihat bekerja keras menentukan titik pengeboran.

Salah satu siswa, Ahmad Dzulkarnain, bertanya mengapa ayah Addin pingsan.

“Lho, ayahnya Addin kok pingsan? Kenapa?,” tanyanya sambil menunjuk ke arah layar.

Addin pun menjawab bahwa saat itu ayahnya sedang kelelahan karena bekerja seharian.

Usai menonton aktivitas Dimas dan tim di lepas pantai, Dimas memanggil rekannya, Agus Dwi Wahyu, untuk menjadi model Penggunaan Alat Pelindung diri (APD).

Ia kemudian meminta para siswa agar memperhatikan rekannya yang sedang mengenakan APD.

Alumni Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) ini menjelaskan bahwa setiap pekerja diwajibkan mengenakan katelpak kerja, yaitu pakaian pelindung diri yang juga dikenal dengan sebutan wearpack   coverall.

Pakaian tersebut dirancang untuk melindungi pekerja saat beraktivitas di lingkungan berisiko tinggi, seperti di industri, bengkel, konstruksi, maupun lapangan.

Dimas kemudian bertanya kepada para siswa apakah mereka pernah melihat para pembalap karena pakaian APD yang ia kenakan serupa dengan pakaian yang digunakan oleh para pembalap.

Ia menambahkan bahwa jika pakaian tersebut terbakar, bahannya akan langsung hancur menjadi debu tanpa mencederai pemakainya. Dengan demikian, penggunaannya aman dari bahaya kebakaran.

Iklan Landscape UM SURABAYA

Motivasi Menjadi Guru Tamu

Laki-laki yang juga Manajer Asry Amanah Timur Drilling Waste Water Treatment tersebut merasa tertantang menjadi guru tamu dalam program OTM. Ia ingin berkontribusi langsung dalam proses belajar di lingkungan sekolah anaknya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menghubungkan apa yang dipelajari siswa di sekolah dengan dunia kerja yang sesungguhnya.

“Saya percaya pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan pihak sekolah,” ungkapnya.

Dimas menjelaskan bahwa menjadi guru tamu adalah caranya untuk mencontohkan kepada anaknya bahwa belajar dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan relevan, sekaligus menunjukkan bahwa orang tua juga peduli serta terlibat penuh dalam proses pendidikan anak.

Ia berpendapat bahwa materi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dapat mengajarkan anak-anak untuk lebih peka terhadap potensi bahaya di sekitar mereka, melatih mengidentifikasi risiko, serta mendorong mereka untuk mengambil langkah-langkah pencegahan.

Menurutnya, hal tersebut merupakan keterampilan hidup yang sangat penting.

Ia juga mengakui bahwa mengajar siswa kelas satu merupakan tantangan tersendiri karena fokus utama pembelajaran untuk usia tersebut terletak pada aspek visual, storytelling, dan kegiatan yang melibatkan aktivitas fisik, mengingat daya konsentrasi mereka masih terbatas.

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa materi harus disampaikan secara sederhana, konkret, dan berbasis permainan.

Selanjutnya, pria yang telah bekerja selama 14 tahun di PT Asry Amanah Timur ini mengaku sangat senang mendapat kesempatan menjadi guru tamu.

Ia memiliki tiga harapan setelah mengikuti program ini.

Pertama, ia berharap anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang siaga dan bertanggung jawab.

Kedua, memiliki keberanian untuk mencoba serta belajar dari kesalahan. Ia ingin anak-anak memahami bahwa setiap “kecelakaan” kecil atau kegagalan merupakan pelajaran berharga.

Ketiga, anak-anak diharapkan memiliki empati dan saling menjaga. Menurutnya, pendidikan K3 mengajarkan pentingnya sikap peduli terhadap kondisi teman, serta membiasakan untuk saling mengingatkan demi kebaikan bersama. (*)

 

Iklan Landscape Unmuh Jember

Baca Lainnya

Iklan pmb sbda 2025 26

0 Tanggapan

Empty Comments

Search
Menu