Agenda rutin Kegiatan Tengah Semester (KTS) I pasca Sumatif Tengah Semester (STS) I SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) dibahas bersama oleh para guru dan karyawan yang tergabung dalam Panitia KTS I pada Sabtu (4/10/2025).
Hari Sabtu di SD Musix merupakan hari kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa. Namun, bagi para guru, hari tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan.
Momen ini kemudian digunakan oleh panitia KTS I untuk mengumpulkan seluruh pendidik, tenaga kependidikan, serta guru mengaji dalam rangka melakukan persiapan kegiatan.
Meskipun agenda kegiatan akan dilaksanakan pada Kamis (9/7/2025), panitia telah melakukan berbagai persiapan sejak dini, termasuk menentukan objek yang akan menjadi lokasi kegiatan.
Ketua Panitia Kegiatan, Nurun Naharo, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan bahwa ada banyak nominasi tempat yang dipertimbangkan, baik di dalam maupun di luar kota.
Selanjutnya, ia menyebutkan beberapa tempat wisata yang menjadi kandidat lokasi kegiatan belajar bagi siswa SD Musix, di antaranya: Lembah Pandawa Pasuruan, Edu Wisata Lontar Sewu Gresik, Balai Tani Jombang, Edu Wisata Outbound Bernah Devallei Pacet Mojokerto, Sumber Serpong Mojokerto, serta Bali Van Java Pandaan.
Ia menambahkan bahwa dari beberapa nominasi tersebut, panitia memilih berdasarkan lokasi yang dianggap memberikan manfaat paling besar bagi siswa.
“Namun, dari beberapa nominasi tersebut, kami memilih berdasarkan lokasi yang memberikan manfaat paling besar bagi siswa. Akhirnya, pilihan mengerucut pada dua tempat, yaitu Lembah Pandawa Pandaan dan Edu Wisata Lontar Sewu Gresik,” imbuhnya.
Setelah mengerucut pada dua lokasi, sambungnya, panitia kemudian melakukan survei lapangan. Hasilnya, pilihan jatuh pada Lembah Pandawa karena dinilai paling menguntungkan, terutama dari segi lokasi yang kondusif.
Salah satu panitia, Ninik Nur Farida, S.Pd., mengusulkan apakah sebaiknya kedua tempat tersebut digunakan sekaligus.
“Apakah tidak sebaiknya keduanya kita gunakan saja?,” tanyanya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan bisa dibagi menjadi dua kelompok, kelas kecil dan kelas besar, sehingga kedua lokasi dapat dimanfaatkan.
“Maksud saya, kegiatan bisa dibagi menjadi dua kelompok, yakni untuk kelas kecil dan kelas besar sehingga kedua lokasi tersebut dapat dimanfaatkan,” terangnya.
Menanggapi usulan itu, guru kelas 3-A, Nur, panggilan akrab Nurun Naharo, menjelaskan bahwa Lembah Pandawa dinilai lebih representatif dengan wahana yang menarik.
Nur menuturkan bahwa jika kegiatan dilaksanakan di satu lokasi, koordinasi dan pengawasan akan jauh lebih mudah.
“Yang tidak kalah penting, jika kegiatan dilaksanakan di satu lokasi, koordinasi dan pengawasan akan jauh lebih mudah,” ucapnya.
Sedikitnya 490 peserta akan mengikuti kegiatan ini dalam satu lokasi. Oleh karena itu, baik panitia maupun pihak pengelola akan menerapkan pengawasan ekstra ketat, terutama terhadap siswa kelas satu dan dua.
Kepala Kesiswaan, Hidayatun Ni’mah, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa diharapkan nantinya akan terbentuk kelompok-kelompok kecil dengan setiap kelompok didampingi oleh lebih dari dua orang guru untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kami berharap panitia membentuk kelompok-kelompok kecil, di mana setiap kelompok didampingi oleh lebih dari dua orang guru,” tegasnya.
Gayung pun bersambut. Seperti yang diharapkan oleh Kepala Kesiswaan, panitia telah membentuk kelompok-kelompok kecil. Setiap kelompok terdiri atas 10 siswa dan didampingi oleh tiga orang pendamping.
Pendamping kegiatan ini tidak hanya berasal dari guru dan karyawan, tetapi juga melibatkan guru Al-Qur’an. Langkah ini dilakukan agar pengawasan dapat berjalan lebih optimal.
Nur juga memohon bantuan kepada para guru mengaji untuk ikut serta sebagai pendamping, mengingat jumlah peserta yang sangat banyak dan untuk memperkecil rasio pendampingan.
“Mengingat jumlah peserta yang sangat banyak dan untuk memperkecil rasio pendampingan, kami mohon bantuan teman-teman guru mengaji untuk ikut serta sebagai pendamping,” pintanya.
Sekretaris Panitia, Risma Fitriani, S.Ak., menutup agenda rapat dengan menyampaikan bahwa daftar kelompok peserta dan pendamping tidak perlu dibacakan, karena akan dibagikan melalui grup WhatsApp.
“Adapun daftar kelompok peserta dan pendamping tidak perlu kami bacakan karena akan kami bagikan melalui grup WhatsApp,” pungkasnya. (*)






0 Tanggapan
Empty Comments